'Unanswered Questions' Dituduh Agensi Vibe Potong Klarifikasi Mereka Soal Tudingan Sajaegi
TV

Program SBS 'Unanswered Questions' baru-baru ini menyiarkan laporan mereka soal manipulasi grafik digital. Dalam siaran itu Major 9 Entertainment selaku agensi Vibe memberikan klarifikasi kalau mereka tidak melakukan praktik sajaegi.

WowKeren - Topik soal Sajaegi atau manipulasi grafik chart digital kembali ramai diperbincangkan setelah "Unanswered Questions" menayangkan laporan mengejutkan. Baru-baru ini program SBS itu membahas topik manipulasi chart dengan menyiarkan wawancara mereka dengan seorang pria.

Pria tersebut menyatakan bahwa data pribadinya telah digunakan untuk tujuan sajaegi. Ia mengaku telah menerima E-mail yang menyatakan bahwa akunnya telah membeli beberapa musik dalam situs musik.


Selain itu, "Unanswered Questions" juga menyiarkan hasil wawancara mereka dengan Major 9 Entertainment yang merupakan agensi dari Vibe. Seperti yang diketahui, sebelumnya Vibe dituding telah melakukan praktik sajaegi oleh Park Kyung.

Melalui "Unanswered Questions", agensi Vibe yakni Major 9 Entertainment, mencoba untuk memberikan pembelaannya dan menyatakan kalau tudingan itu benar-benar salah. Namun agensi menyatakan bahwa hasil wawancara mereka tidak disiarkan secara lengkap.

Pihak Major 9 menyatakan bawa tim produksi telah mengedit berbagai penjelasan penting yang mereka berikan. Mereka bahkan menyatakan jika wawancara mereka memakan waktu hingga 6 jam namun hanya beberapa bagian yang disiarkan.

"Kami mengabulkan permintaan SBS untuk wawancara pada 19 Desember lalu. Namun di siaran itu tidak ada bagian dari penjelasan kami terhadap kecurigaan atau materi apapun yang bisa membalikkan klaim," terang Major 9 Entertainment.

"Kami telah mempresentasikan materi berisi 311 sebagai penjelasan. Dari wawancara yang memakan waktu lebih dari enam jam dan penjelasan yang panjang itu, hanya ada tiga scene yang dimasukkan."

"Konten siaran diedit untuk membuat kesalahpahaman bahwa pemasaran yang kami lakukan hanya kedok untuk menghindari kecurigaan manipulasi grafik dan bahwa kami memanipulasi grafik melalui bisnis sajaegi."

"Haruskah penyanyi ballad, artis indie atau penyanyi pemula yang tidak berafiliasi dengan agensi besar merilis lagu dan tidak melakukan kegiatan promosi?"

"Jika fakta-fakta yang jelas tidak disajikan dan hanya kecurigaan yang ditampilkan dalam siaran, korban lain mungkin muncul. Jadi pada saat wawancara, kami meminta tim 'Unanswered Questions' untuk secara khusus mengungkapkan penyanyi dan judul lagu jika manipulasi grafik benar-benar ada sehingga bisa segera diberantas," pungkas agensi.

Untuk membuktikan bahwa mereka tidak melakukan praktik sajaegi, mereka membeberkan beberapa bukti. Major 9 Entertainment menjelaskan bahwa jumlah yang secara langsung diberikan kepada perusahaan produksi sebuah lagu (sebagai perusahaan yang memiliki hak atas lagu tersebut) di No. 1 pada grafik Gaon bulanan adalah antara 200 juta won dan 250 juta won dan jumlah untuk lagu di No 100 hanya antara 20 juta won dan 22 juta won.

Menimbang bahwa biaya produksi rata-rata musik adalah 60 hingga 80 juta won untuk single digital, 100 hingga 150 juta won untuk mini album dan 2,3 miliar won untuk album reguler, Major 9 berpendapat bahwa secara praktis tidak mungkin untuk mendapatkan kembali biaya produksi bahkan jika lagu tersebut menempati peringkat No 1 di chart bulanan semua platform musik. Mereka bahkan mempertimbangkan bahwa keuntungan tambahan dari sumber lain seperti pertunjukan di berbagai acara, mereka tidak akan mendapatkan banyak keuntungan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts