NU'EST W Dituding Lakukan Sajaegi Karena 'Unanswered Questions', Tim Produksi Beber Fakta Sebenarnya
Naver Dispatch
TV

Dalam siaran terbaru 'Unanswered Questions', nama NU'EST W muncul sebagai salah satu grup yang melakukan sajaegi. Agensi NU'EST sebelumnya telah membantah hal ini dan 'Unanswered Questions' akhirnya memberikan penjelasan resmi.

WowKeren - Episode terbaru program SBS "Unanswered Questions" menuai banyak sekali perhatian usai mengangkat topik soal sajaegi atau manipulasi chart digital. Program ini menyiarkan wawancara dengan seorang pria yang menyatakan bahwa data pribadinya telah digunakan untuk tujuan sajaegi.

Pria itu mengaku telah menerima E-mail yang menyatakan bahwa akunnya telah membeli beberapa musik dalam situs musik. Dalam lampiran bukti E-mail tersebut, terlihat bahwa salah satu lagu milik NU'EST W yakni "Dejavu" telah dibeli pada Juli 2018 atas nama akun narasumber tersebut meski ia tak pernah membelinya.


Hal ini langsung menuai reaksi dari Pledis Entertainment selaku agensi yang menaungi NU'EST. Agensi menyatakan bahwa laporan itu tidak benar dan menuntut agar "Unanswered Questions" meminta maaf.

Setelah beberapa hari, "Unanswered Questions" akhirnya merespon pernyataan resmi Pledis. Tim produksi memberikan pernyataan resmi beserta dengan penjelasan panjang lebar seperti ini:

"Selama episode terbaru kami mengenai manipulasi bagan, kami bertemu dengan seorang informan yang mengklaim bahwa emailnya telah dicuri. Di kotak surat informan ini, ada email dari Genie Music yang mengucapkan selamat kepadanya atas pendaftaran 46 ID."

"Selanjutnya, lagu 'Dejavu' milik NU'EST termasuk dalam daftar lagu yang dibeli. Para produser mengaburkan daftar, tapi karena kesalahan, fakta bahwa 'Dejavu' NU'EST ada di dalam daftar terungkap."

\'Unanswered Questions\' Soal NU\'EST

Koreaboo

"Setelah siaran, seorang anggota grup yang dibentuk oleh penggemar NU'EST mengklaim bahwa ketika dia membuat akun Genie untuk membeli lagu NU'EST, dia memasukkan email secara acak dan bukan miliknya sendiri dan ternyata email itu milik informan di acara itu."

"Sikap mereka adalah bahwa ini merupakan kesalahan yang dilakukan oleh beberapa penggemar yang membeli musik menggunakan berbagai email dan bahwa Pledis Entertainment tidak ada hubungannya dengan itu."

"Jika hal ini benar, kami menyatakan simpati yang terdalam atas penyuntingan yang ceroboh dari produser kami. Kami juga menyatakan simpati kami kepada para penggemar yang menggunakan email orang lain untuk membeli beberapa salinan lagu."

"Lebih jauh, para produser 'Unanswered Questions' ingin menyatakan bahwa terserah otoritas investigasi untuk mengungkap daftar artis dan bahwa dalam permintaan mereka, mereka akan mengungkapkan isi laporan. Kami terus mengkonfirmasi laporan terkait dengan manipulasi grafik, dan jika perlu, siaran lanjutan akan dilakukan."

Sementara itu, sebelumnya NU'EST juga telah meyakinkan penggemar untuk tidak mempercayai isu sajaegi yang ditudingkan pada mereka. Hal ini mereka utarakan saat memberikan pidato kemenangan di Golden Disc Awards ke-34.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts