Bikin NU'EST Dicurigai Lakukan Sajaegi dan Enggan Minta Maaf, 'Unanswered Questions' Banjir Hujatan
Instagram/nuest_official
TV

Pernyataan resmi 'Unanswered Questions' dalam merespon bantahan Pledis Entertainment soal tudingan sajaegi NU'EST menuai banyak kritikan dari netizen Korea Selatan seperti ini.

WowKeren - Program SBS "Unanswered Questions" belakangan ini menuai banyak sekali perhatian. Hal ini disebabkan karena program itu menyiarkan wawancara dengan seorang pria yang menyatakan bahwa data pribadinya telah digunakan untuk tujuan sajaegi.

Pria itu mengaku telah menerima E-mail yang menyatakan bahwa akunnya telah membeli beberapa musik dalam situs musik. Dalam lampiran bukti E-mail tersebut, terlihat bahwa salah satu lagu milik NU'EST W yakni "Dejavu" telah dibeli pada Juli 2018 atas nama akun narasumber tersebut meski ia tak pernah membelinya.


Siaran itu langsung menuai reaksi dari Pledis Entertainment selaku agensi yang menaungi NU'EST. Agensi menyatakan bahwa laporan itu tidak benar dan menuntut agar "Unanswered Questions" meminta maaf.

Meski demikian, "Unanswered Questions" baru merespon Pledis Entertainment setelah beberapa hari. Dalam pernyataan resminya mereka menyatakan bahwa nama NU'EST muncul karena adanya penggemar yang membeli musik NU'EST, sehingga agensi tidak berhubungan dengan itu.

Namun dalam pernyataan resminya itu "Unanswered Questions" sama sekali tidak menggunakan kata maaf. Sebagai gantinya, mereka mencantumkan kata-kata yang berhubungan dengan simpati dan penyesalan.

"Jika hal ini benar, kami menyatakan simpati yang terdalam atas penyuntingan yang ceroboh dari produser kami. Kami juga menyatakan simpati kami kepada para penggemar yang menggunakan email orang lain untuk membeli beberapa salinan lagu," jelas "Unanswered Questions".

Hal inilah yang kemudian jadi sorotan netizen Korea dan membuat "Unanswered Questions" banjir kritikan sebab enggan meminta maaf pada NU'EST. Simak komentar mereka berikut ini.

"Kami ingin tahu apa itu. Tim produksi bertanggung jawab atas permintaan maaf dan informasi."

"Tolong hentikan asumsi putaran kedua pada NU'EST dan (ajukan) permohonan maaf. Ada terlalu banyak orang yang terluka. Seperti kata judul artikel itu, aku harap kepercayaan datang sebelum kesombongan."

"Aku ingin kalian mengakui bahwa itu adalah kesalahan, memberikan informasi yang salah dan meminta maaf pada artis yang bersangkutan."

"Tolong akui kesalahan kalian dan minta maaflah atas informasinya. Tunjukkan padaku sikap jurnalis yang matang."

"Tidak memalukan untuk meminta maaf karena telah melakukan kesalahan. Kenapa kalian tidak tahu itu lebih memalukan untuk melakukan ini?"

Sementara itu, sebelumnya NU'EST juga telah meyakinkan penggemar untuk tidak mempercayai isu sajaegi yang ditudingkan pada mereka. Hal ini mereka utarakan saat memberikan pidato kemenangan di Golden Disc Awards ke-34 beberapa waktu lalu.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts