Istana Dituding Terima Aliran Dana Dari Jiwasraya, Ma'ruf Amin Buka Suara
Nasional
Skandal Korupsi Jiwasraya

Skandal keuangan Jiwasraya sempat menimbulkan sejumlah isu liar. Salah satunya adalah tudingan adanya aliran dana Jiwasraya yang digunakan untuk kepentingan kampanye Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

WowKeren - Skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero), mulai dari gagal bayar hingga dugaan mega-korupsi, kini tengah menjadi bahan pembicaraan hangat. Kasus perusahaan asuransi pelat merah tersebut pun kini telah ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Meski demikian, skandal Jiwasraya tersebut sempat menimbulkan sejumlah isu liar. Salah satunya adalah tudingan adanya aliran dana Jiwasraya yang digunakan untuk kepentingan kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019 lalu.


Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun lantas buka suara soal tudingan tersebut. Ma'ruf menilai bahwa tudingan adanya aliran dana Jiwasraya yang digunakan untuk kampanye Pilpres adalah isu gorengan belaka.

"Kita tunggu sajalah (penyelesaian kasusnya). Kan sekarang banyak gorengan, itu sekarang banyak. Itu kita tunggu saja. Sekarang kan sedang ditangani Kejaksaan Agung," tutur Ma'ruf di Istana Wakil Presiden pada Rabu (8/1). "Dan kita tentu siapa saja yang terlibat harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Dan kita tunggu saja supaya Kejaksaan Agung menangani ini secara tuntas."

Sebelumnya, tudingan ini juga telah ditanggapi oleh sejumlah pihak. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga sempat menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, berasumsi bahwa saat ini ada pihak-pihak yang "gemetaran" karena khawatir aibnya di Jiwasraya akan terungkap. Pihak itulah yang lantas menyebarkan isu dengan mencatut nama Jokowi dan lingkup Istana.

"Yang kita setop oknum-oknum yang merampok Jiwasraya. Ya mohon maaf banyak diplesetkan dibilang Pak Jokowi yang ambil, istana yang ambil," kata Erick saat ditemui di Posko Pengungsi Teluk Naga, Tangerang, Minggu (5/1). "Ini kan jangan jangan kita balik yang teriak-teriak ini jangan-jangan yang ketakutan ini dibongkar. Mungkin akan banyak oknum-oknum yang gerah selama ini jarah Jiwasraya dan sekarang Jaksa Agung proses hukum mulai masuk."

Sementara itu, Jiwasraya diketahui mengalami gagal bayar kewajibannya pada nasabah sebesar Rp 802 miliar pertama kali pada Oktober 2018. Dibutuhkan dana sebesar Rp 32 triliun untuk penyehatan Jiwasraya sendiri. Pasalnya, selain untuk membayar polis nasabah yang terutang, dana tersebut juga dibutuhkan untuk memulihkan operasional bisnis Jiwasraya.

You can share this post!

Related Posts