Tiongkok Harap Indonesia Tenang Soal Natuna, Dahnil Anzar: Kan Pak Prabowo kelihatan cool
Nasional
Cina Langgar ZEE RI

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjutak, menanggapi pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, yang meminta agar Indonesia tenang soal Natuna.

WowKeren - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, sempat meminta agar Indonesia tetap tenang menanggapi situasi di Natuna, Kepulauan Riau. Terlebih usai Indonesia mengerahkan tambahan armada kapal, bahkan pesawat tempur, untuk melakukan patroli di Natuna.

Geng menegaskan bahwa Tiongkok ingin menyelesaikan sengketa perairan ini dengan mengedepankan perdamaian. Apalagi karena hubungan bilateral antara kedua negara selama ini berjalan dengan baik.

"Kami berharap Indonesia tetap tenang," ujar Geng, dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, fmprc.gov.cn. "Faktanya, kami telah melakukan komunikasi satu sama lain mengenai masalah ini melalui saluran diplomatik (Indonesia dan Tiongkok)."

Menanggapi pernyataan tersebut, staf khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, pun memberi komentar. Dahnil menegaskan bahwa pihak Indonesia memang sudah tenang, termasuk Menhan Prabowo yang disebutnya tampak "cool" menghadapi situasi Natuna.


"Kita semuanya tenang, kan Pak Prabowo kelihatan cool, biasa saja," ujar Dahnil pada Kamis (9/1) malam. "Jadi yang jelas, terang kita menyatakan pada Pemerintah China kedaulatan kita tidak boleh diganggu gugat, ZEE (zona ekonomi eksklusif) kita juga tidak bisa diganggu gugat."

Menurut Dahnil, pengerahan pesawat serta kapal ke laut Natuna telah menjadi kegiatan rutin pengawasan TNI. Lebih lanjut, Dahnil menegaskan bahwa tak ada pihak yang bisa mengklaim atau memanfaatkan ZEE Indonesia sesuka hati.

"Posisi Panglima TNI mengerahkan kapal perang dan jet tempur saya pikir dalam rangka pengawasan saja dan dalam rangka patroli," pungkas Dahnil. "Yang jelas ZEE kita seperti yang disampaikan pak presiden itu sudah final diakui oleh UNCLOS, tak ada pihak manapun yang bisa klaim dan kalau ingin memanfaakan sumber daya di situ ya harus izin dengan pemerintah Indonesia."

Sementara itu, kapal-kapal Tiongkok dilaporkan sudah angkat kaki dari ZEE RI usai Presiden Joko Widodo berkunjung ke Natuna. Dalam kunjungannya itu, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts