Fadli Zon 'Nyinyir' Soal Kunjungan Jokowi ke Natuna, Ngabalin Membela
Nasional
Cina Langgar ZEE RI

Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin membantah kritikan Fadli Zon soal kunjungan Jokowi ke Natuna, Rabu (8/1) lalu. Ngabalin juga meminta agar Fadli menjaga sikapnya jika hendak berkomentar.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan kerja ke Laut Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/1) lalu. Sayangnya, tindakan Jokowi tersebut rupanya menuai kritikan dari anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon.

Fadli menilai jika seharusnya kunjungan Jokowi ke Natuna memberikan dampak kepada Tiongkok. Jika tak memberikan dampak, imbuh Fadli, kuker itu justru hanya membuat Indonesia semakin tak berwibawa.


"Mestinya kita harapkan begitu. Cuma kan apakah bisa dianggap itu mempunyai efek detterent apa tidak itu," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1). "Kalau itu dianggap tidak, menurut saya ini membuat kita justru semakin tidak berwibawa."

Merespon kritikan tersebut, Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta agar Fadli berpikir panjang sebelum berkomentar. Ia meminta agar politikus Gerindra tersebut menggunakan narasi yang baik saat berbicara.

"Semakin Anda menyerang pemerintah, semakin Anda terlihat tidak berwibawa Fadli, pertama karena Gerindra, ketum dan Mas Edhy Prabowo itu sudah ada di pemerintah," ujar Ngabalin di Warunk Upnormal, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/1). "Jadi pakai otak yang sehat kira-kira yang normal sebagai anggota yang terhormat. Pakai narasi dan isi yang terhormat supaya benar-benar terhormat."

Lebih lanjut, Ngabalin menjelaskan terkait kunjungan Jokowi ke Natuna beberapa waktu lalu adalah untuk menyapa masyarakat Natuna dan meredam isu perang dengan Tiongkok. "Begini masalahnya, Bung, kan kemarin itu orang berteriak tentang perang, perang, perang," terangnya. "Jadi saya mau bilang gini, tidak ada semua urusan negara menyelesaikan harus dengan perang, orang berwibawa setidaknya itu kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat."

Kehadiran Jokowi ke Natuna, menurut Ngabalin, memberi pesan kepada Tiongkok bahwa Indonesia tidak main-main dengan kedaulatan negara dan Presiden akan selalu hadir dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

"Dengan kehadiran Bapak Presiden itu artinya memberikan message kepada Tiongkok, China atau siapa saja yang coba-coba mengatur Republik Indonesia," pungkasnya. "Anda boleh liat bahwa situasi yang dihadapi hari ini, tapi Presiden itu hadir. Kan Presiden itu kan kalau dalam teknik negosiasi, Presiden hanya selalu ada di depan tetapi perangkat di bawah itu harus lakukan langkah-langkah yang luar biasa."

You can share this post!

Related Posts