Dipuji Jadi Pahlawan di Inggris, Suami Angie 'Virgin' Jawab Soal Anggapan Bukan WNI
Instagram/angie_virgin
Selebriti

Suami Angie Yulia yang berprofesi sebagai polisi di Inggris sempat menuai pujian berkat aksi mulianya. Namun netizen malah mempertanyakan tentang status kewarganegaraannya.

WowKeren - Belum lama ini, suami Angie Yulia yang bernama Habibi Syaaf membuat nama Indonesia bangga. Sebelumnya, Habibi yang berprofesi sebagai polisi untuk Parlemen Inggris menerima pujian hingga disebut sebagai pahlawan.

Hal tersebut dikarenakan Habibi menyelamatkan nyawa seorang pria yang tergelincir dan hampir tenggelam di sungai Thames, Inggris. Atas perbuatan mulianya, Habibi mendapatkan pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris dan Ketua Parlemen, hingga namanya menjadi viral di berbagai media setempat.

Namun di tengah-tengah kabar membanggakan tersebut, Habibi nyatanya tak luput dari komentar nyinyir netizen yang mempertanyakan soal kewarganegaraannya. Suami bintang film "Virgin" tersebut dituding tak lagi menjadi seorang Warga Negara Indonesia alias WNI.


Mengetahui hal tersebut, Habibi pun memberikan penjelasan bahwa dirinya tetap berstatus sebagai WNI meski dibesarkan di Inggris. Habibi juga menjelaskan mengenai asal usulnya, sekaligus menepis anggapan bahwa orang asing tak bisa menjadi polisi di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

"Saya orang Indonesia keturunan Betawi dan apapun kewarganegaraan saya, tidak ada yang bisa menghapus darah Indonesia saya atau keturunan saya," ungkap Habibi dalam highlight Instagram miliknya pada Minggu (12/1). "Sebagai informasi saja, saya dibesarkan di UK tapi tetap sebagai WNI dan saya masuk kepolisian Inggris sebagai WNI. Apakah bisa WNI jadi polisi UK? Jawabannya bisa!"

Lebih lanjut, Habibi juga mengungkapkan bahwa ia sudah memenuhi sejumlah syarat yang diperlukan untuk menjadi polisi Inggris. Menurut Habibi, Inggris merupakan negara yang memiliki toleransi tinggi terhadap perbedaan ras, agama, hingga jenis kelamin.

"Syaratnya, punya visa kependudukan atau permanen dan sudah tinggal selama tiga tahun di UK juga lulus testing dan sekolah kepolisian," jelas Habibi. "Saya juga punya banyak kolega lain dengan national berbeda-beda, karena Inggris law itu anti diskriminasi berdasarkan race, religion, dan sex."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!