Demokrat Heran Prabowo Diplomasi Pertahanan ke 7 Negara Tapi Tanpa Hasil
Nasional

Salah satu negara yang disambangi Prabowo adalah Tiongkok. Namun Demokrat menilai kunjungan Prabowo tiada guna lantaran Tiongkok tetap bersikap arogan di Laut Natuna.

WowKeren - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi salah satu "pembantu" Presiden Joko Widodo yang jarang muncul di hadapan media. Pasalnya dalam tiga bulan jabatannya, Prabowo diketahui sedang melawat ke luar negeri.

Tak main-main, setidaknya ada tujuh negara yang sudah dikunjungi Prabowo selama tiga bulan ini. Yakni Thailand, Turki, Tiongkok, Jepang, Filipina, dan Prancis.

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan kepergian sang menteri dalam rangka diplomasi pertahanan. Namun rupanya jawaban Dahnil ini tak diterima begitu saja oleh politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand mengaku heran dengan istilah "diplomasi pertahanan" yang disampaikan oleh pihak Prabowo itu. "Ini rekor perjalanan seorang Menhan yang baru menjabat. Saya dengar Menhan akan kembali berangkat keluar negeri dengan alasan diplomasi pertahanan," ujar Ferdinand, Kamis (16/1) malam.


"Memang alasan ini sesuatu yang agak kurang bisa diterima dan sedikit janggal," imbuhnya. "Apa yang mau didiplomasikan oleh Prabowo dengan negara-negara yang dikunjunginya? Adakah sesuatu masalah kita dengan negara tujuan? Tidak juga kan?"

Secara tersirat, Ferdinand menilai diplomasi pertahanan ala Prabowo itu tak membawa hasil. Ia lantas mengambil contoh perjalanan dinas Prabowo ke Tiongkok dan Laut Natuna, yang nyatanya tak membuat negara tersebut bersikap melunak terhadap sengketa yang ada.

"Jika soal diplomasi tujuannya, bukankah Prabowo sudah ke Cina? Hasilnya apa? Kenapa Cina justru terkesan arogan di Natuna?" tutur Ferdinand, seperti dilansir Detik News. "Padahal jika benar Prabowo melakukan diplomasi pertahanan, mestinya Cina yang sudah dikunjungi oleh Prabowo tidak akan menunjukkan arogansinya di Natuna."

Sebagai informasi, baik Tiongkok maupun Indonesia masih sama-sama keras dalam sengketa perairan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Namun demikian, publik menyayangkan sikap Prabowo yang terkesan terlalu santai, bahkan sampai diejek "penakut", dalam menghadapi masalah yang ada.

Namun demikian, diam-diam Prabowo ternyata telah mempersiapkan strategi untuk mengamankan Natuna. Sesuai disampaikan Dahnil, Prabowo mendorong penerapan satu komando di kawasan kelautan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts