Risma Sebut Polusi Udara DKI Bikin Warganya Pindah, PDIP: Itu Kenyataan
Nasional

Pernyataan Risma yang menyebutkan polusi udara di DKI Jakarta membuat warganya pindah ke Surabaya menjadi sorotan masyarakat. Meski begitu, anggota DPRD Fraksi PDIP DKI setuju dengan pernyataan Wali Kota Surabaya tersebut.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didapuk menjadi salah satu pembicara di forum Indonesia Millenial Summit 2020. Pada kesempatan itu, Risma pun membagikan pengalaman dan sejumlah prestasi yang telah ditorehkannya selama menjabat sebagai Surabaya 1.

Salah satu yang diungkapkannya terkait kualitas udara di Surabaya yang tiap tahunnya membaik meski jumlah mobil selalu bertambah. Tak sampai di situ, ia juga sempat menyentil soal banyak warga DKI Jakarta yang memutuskan pindah ke Surabaya karena kualitas udara di ibu kota yang buruk hingga membuat warganya terkena penyakit pernapasan seperti asma.


"Banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena anaknya asma," kata Risma di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (17/1). "Begitu ke Surabaya, mereka enggak sakit lagi."

Menanggapi pernyataan Risma tersebut, Fraksi PDIP DKI Jakarta menilai jika hal tersebut adalah kenyataan. "Itu kenyataan, bu Risma tidak mengada-ngada. Benar-benar ada," kata Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, Jumat (18/1).

Lebih lanjut, Ida mencontohkan salah seorang tetangganya yang pindah ke Bogor lantaran polusi udara di Jakarta yang sangat tidak sehat. Menurutnya, masalah polusi udara ini harusnya menjadi perhatian bersama.

"Memang kalau berbicara warga Jakarta yang direkomendasikan dokternya untuk pindah betul, di Sunter misalkan," terangnya. "Kebetulan satu RW dengan saya itu direkomendasikan untuk pindah ke wilayah yang memang kira-kira polusi yang tidak tinggi, akhirnya rumah di Sunter dijual dia pindah ke Bogor, karena keluarganya banyak anak-anaknya di Jakarta."

Terkait ada atau tidaknya "pesan politik" di balik pernyataan Risma tersebut, Ida tidak berkomentar banyak. "Saya tidak mau berbicara ke sana tapi hasil kunker fraksi PDIP ke Surabaya, kita sangat terkagum-kagum, kita diajak ke tempat centre, command centre dia," tuturnya. " Itu memang luar biasa, jadi waktu saya rapat kemarin tanggal 24 Desember dengan dinas-dinas. Saya bilang hati-hati kalau ke Surabaya, karena semuanya di jalanan itu termonitor dengan baik dan terlihat dengan baik, petugasnya 24 jam bertugas, pakai shift di sana dan memang sangat luar biasa."

Sebelumnya diberitakan jika Risma juga turut menyinggung soal instalasi batu Gabion yang dipasang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui instalasi itu dipasang di Bundaran HI, menggantikan instalasi bambu Getah Getih yang sempat membuat geger karena menelan biaya sampai Rp550 juta.

Hal ini membuat publik berspekulasi soal niat Risma melaju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta dua tahun mendatang. Isu ini sendiri mulai ramai dibicarakan usai Risma mengaku siap menerima segala rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan, termasuk bila diminta untuk ikut memperebutkan kursi DKI 1.

You can share this post!

Related Posts