Kritik Prabowo Ke Luar Negeri, Begini Reaksi PKS Usai Disebut 'Genit' Oleh Gerindra
Nasional

Kritik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang kerap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, begini reaksi PKS setelah disebut 'genit' oleh Gerindra.

WowKeren - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang kerap melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. PKS lantas mengkritisi urgensi Prabowo yang bolak-balik pergi ke luar negeri.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad lantas memberikan pembelaan atas kritikan yang dilayangkan PKS. Menurutnya, Prabowo melakukan kunker ke luar negeri sama sekali bukan kehendak pribadi melainkan atas perintah dari Presiden Joko Widodo.


Dasco menjelaskan jika Presiden Jokowi ingin meningkatkan hubungan kerja sama dalam bidang pertahanan dengan sejumlah negara lainnya. Selain itu, Jokowi juga menginginkan agar Prabowo dapat meninjau alat-alat pertahanan dari negara yang dikunjungi. Oleh karena itu, Jokowi mengirimkan Prabowo ke sejumlah negara demi meningkatkan pertahanan NKRI.

"Kunker itu atas perintah Presiden dalam rapat terbatas untuk meninjau meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara yang dikunjungi," kata Dasco di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta pada Jumat (17/1). "Sekaligus kemudian melihat alat-alat pertahanan. Jadi itu bukan kehendak Pak Prabowo untuk jalan jalan."

Dasco lantas meminta agar PKS tidak genit dengan mengomentari kunker Prabowo ke luar negeri. "Iya (kunker Prabowo ke luar negeri) atas perintah presiden dan seizin presiden. Satu lagi, (PKS) jangan genit," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera langsung menyebut jika pihaknya hanya mengingatkan arahan Jokowi. Pasalnya, Jokowi pernah mengatakan kepada kabinetnya agar tidak sering ke luar negeri.

"Nggak ada yang genit. Justru mengingatkan arahan Presiden," ujar Mardani saat dihubungi, Jumat (17/1). "Kalau perintah Presiden berarti Presiden punya pertimbangan. Walau bisa juga mungkin Presiden lupa arahan agar tidak sering ke luar negeri."

Mardani mengatakan jika kunjungan Prabowo ke luar negeri tentunya harus dibuktikan dengan hasil nyata yang menguntungkan pertahanan di Indonesia. Salah satunya adalah kerja sama yang dihasilkan Indonesia dengan negara lain harus sama-sama menguntungkan.

"Alutsista kita terjual dan kita bisa membeli alutsista berteknologi tinggi dengan transfer technology," ujar Mardani. "Plus kerjasama pertahanan yang win-win solution (sama-sama menguntungkan)."

You can share this post!

Related Posts