Trump Blak-Blakan Beberkan Percakapan Pasukan AS Saat Habisi Jenderal Iran
Dunia
AS-Iran Memanas

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran masih memanas. Presiden Donald Trump baru-baru ini kembali membeberkan detik-detik pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

WowKeren - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran masih terus memanas pasca terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Kini, Presiden Trump kembali membeberkan detail terbaru dari serangan yang dilancarkan pasukan AS saat menewaskan salah satu orang paling berpengaruh di Iran, Jenderal Soleimani.

Trump membeberkan detik-detik kematian Jenderal Soleimani saat acara penggalangan dana kepada para donor partainya, Partai Republik di resort pribadinya. Trump memamerkan bagaimana serangan udara AS lewat drone berhasil membunuh Soleimani saat turun dari pesawatnya di Bandara Internasional Irak.


Trump menceritakan jika komandan militer AS yang memimpin serangan drone tersebut secara langsung melaporkan kepadanya detik-detik penyerangan. Menurut ceritanya, komandan AS tersebut memberitahunya waktu yang tersisa bagi Soleimani dan rombongannya sebelum ajal menjemput.

"Kamera pengintai mengawasi bermil-mil di langit, hitungan mundur, dan kemudian boom!" kata Trump di Mar-a-Lago, Florida pada Jumat (17/1), seperti dilansir dari CNN. "Mereka (militer AS) berkata Pak Presiden, mereka (rombongan Soleimani) memiliki waktu dua menit dan 11 detik lagi."

"Mereka sedang berada di mobil lapis baja," sambung Trump saat menceritakan saat-saat terakhir Soleimani tewas. "Pak mereka punya waktu 30 detik, 10 detik, sembilan, delapan ... lalu tiba-tiba boom!"

Tidak hanya begitu membanggakan keberhasilan militer AS, Trump juga sempat mencemooh Soleimani. Menurutnya, Soleimani selama ini merasa tidak terkalahkan namun pada akhirnya bisa takluk oleh serangan AS.

Pernyataan Trump tersebut terungkap dari sebuah rekaman suara yang bocor ke media. Dalam pernyataan tersebut, Trump juga mengklaim arogansi Soleimani yang selalu mengatakan hal-hal buruk tentang Amerika.

Tak lupa, Trump kembali menegaskan jika Soleimani berencana melakukan serangan telak kepada Amerika. Oleh karena itu, ia sebagai pemimpin tertinggi AS memberi kuasa langsung untuk menghabisi nyawa Soleimani demi keselamatan warganya.

"Dia (Soleimani) berkata, 'Kami akan menyerang Anda. Kami akan membunuh orang-orangmu'," ujar Trump. "Saya berkata, 'Berapa banyak omong kosong yang harus kita dengarkan?"

You can share this post!

Related Posts