Tindak Tegas, ICMI Ingin Pemerintah Cabut Paspor WNI Eks ISIS
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Rencana memulangkan 660 WNI eks ISIS ke Tanah Air menuai pro dan kontra sejumlah pihak. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pun turut mengutarakan pendapatnya.

WowKeren - Rencana pemerintah untuk memulangkan para warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS hingga saat ini masih menjadi sorota sejumlah pihak. Pro dan kontra juga turut disampaikan untuk mendapatkan keputusan yang tepat.

Sayangnya, tak sedikit yang menolak rencana tersebut. Salah satunya seperti Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie yang meminta agar pemerintah tegas dengan mencabut paspor para WNI tersebut agar jera.


"Iya dicabut dulu biar ada punishment, kalau enggak, enggak ada efek jera," kata Jimly di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/2). Menurutnya, 660 WNI eks anggota ISIS yang masih berada di luar negeri terbukti pernah mengabdi untuk negara lain yang tentunya hal ini bertentangan dengan UUD 1945.

"Sebaiknya kalau terbukti mereka ikut perang, ikut bekerja untuk pasukan perang negara lain itu sudah memenuhi syarat dicabut paspornya, jadi saya sarankan cabut dulu paspornya," katanya. Ia juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan tes untuk para WNI itu jika pemerintah ingin memulangkan mereka.

Pembinaan dan deradikalisasi juga harus diterapkan kepada para WNI eks ISIS. Semua itu perlu dilakukan sebelum para eks ISIS kembali hidup di masyarakat. "Kalau dia ingin kembali lagi ada syarat-syaratnya termasuk test. Jadi bukan cuma selembar kertas aja tapi juga ada test," terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan otak 660 WNI eks ISIS harus dicuci lebih dahulu lewat program bela negara sebelum dipulangkan ke Indonesia. Hal ini perlu dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Mereka ingin dikembalikan Indonesia perlu dilakukan reideologi oleh BNPT, oleh BIN, kalau perlu mereka wajib mengikuti (program) bela negara sehingga otaknya bisa dicuci, tidak menular ke masyarakat Indonesia yang lain," tegasnya.

Terkait masalah pemulangan WNI eks ISIS sebelumnya mendapat penolakan dari Presiden Joko Widodo. Ia bahkan mengatakan jika ketentuan ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah Kementerian.

"Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas ya, kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak (bisa)," tutur jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (5/2) hari ini. "Tapi masih dirataskan."

You can share this post!

Related Posts