Ku Hye Sun Ungkap Momen Saat Pernikahannya Tak Bisa Diselamatkan dan Niat Tinggalkan Korea
Selebriti
Perceraian Ku Hye Sun dan Ahn Jae Hyun

Ku Hye Sun membicarakan rumah tangganya dengan Ahn Jae Hyun di mana ia mengungkapkan momen yang membuatnya menyadari kalau pernikahannya tak bisa diselamatkan lagi.

WowKeren - Acara "Night of Real Entertainment" yang ditayangkan SBS pada Rabu (5/2) menampilkan wawancara dengan Ku Hye Sun. Di sini, bintang serial "Blood" itu membicarakan rumah tangganya dengan Ahn Jae Hyun.

"Ketika aku memutuskan untuk menikah, aku pikir aku tidak akan pernah bercerai dalam hidupku," kata Ku Hye Sun. "Bahkan jika kami bertengkar, kami akan menyelesaikan masalah dan memperbaiki, dan kami berjanji bahwa kami akan selalu berada di sisi satu sama lain ketika kami sedang sakit atau sedang mengalami kesulitan. Jadi aku.. semua yang terjadi sejauh ini tidak tampak seperti sesuatu yang telah aku lakukan, seolah aku memimpikannya. Aku merasa seperti telah hidup dalam mimpi buruk selama enam bulan."


Ku Hye Sun menjelaskan bahwa alasan dia berhenti memposting di media sosial adalah karena Ahn Jae Hyun merilis pesan teks mereka. Aktris kelahiran 1984 itu mengatakan bahwa ketika Ahn Jae Hyun mengungkapkan pesan teks mereka, dia menerima bahwa hubungan mereka tidak dapat diselamatkan.

"Ketika aku melihat (artikel dengan pesan-pesannya), aku menyadari bahwa aku tidak akan bisa menang," ujar Ku Hye Sun. "Pasangan berbicara banyak dalam dua tahun bersama. Tapi mereka hanya memilih pesan berisi pertengkaran kami dan mengeditnya bersama-sama, jadi (bagi publik) itu hanya tampak seperti, 'Oh, Ku Hye Sun gila'. (Jika aku terus melawan) tidakkah aku juga harus melawan dengan cara kotor juga? Aku pikir itu tidak baik. Orang tuaku juga khawatir. "

"Yang aku inginkan adalah percakapan," sambungnya. "aku tidak ingin (perceraian) jadi aku berusaha keras, tapi (sekarang) aku pikir aku harus pergi ke arah yang dia inginkan."

Ketika ditanya apakah dia merasa seperti telah melepaskan segalanya dari dadanya, Ku Hye Sun berkata, "Aku merasa sedih atas ketidakadilan (pada saat itu) tapi (sekarang) aku pikir aku bukan satu-satunya yang merasakan hal yang sama di dunia ini. Jika aku tidak membuat awal yang baru, maka aku hanya mundur, jadi aku perlu berusaha agar aku dapat mencapai hasil yang baik."

"Saat acara ini selesai, aku akan langsung pergi ke London untuk belajar bahasa," lanjutnya. "Kursus intensif di mana kau belajar dari pagi hingga malam. Aku pikir bagiku, belajar adalah satu-satunya hal yang akan membiarkan udara segar masuk. Aku akan melamar untuk kembali ke sekolah juga. Di masa depan, aku akan melakukan banyak pekerjaan yang baik juga."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts