Arsitek Rumah Sakit Virus Corona di Tiongkok Ternyata Lahir di Indonesia
Dunia

Siapa sangka, arsitek Huoshenshan Hospital yang dibangun hanya dalam 10 hari rupanya lahir di Indonesia. Fakta ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying.

WowKeren - Pemerintah Tiongkok diketahui telah berhasil membangun rumah sakit khusus pasien virus Corona dalam waktu 10 hari di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Rumah sakit bernama Huoshenshan Hospital tersebut baru mulai dibangun pada 23 Januari 2020 kemarin.

Namun siapa sangka, arsitek Huoshenshan Hospital rupanya lahir di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying. Menurut Hua Chunying, arsitek bernama Profesor Huang Xiqiu tersebut memiliki keahlian dalam arsitektur medis.


"Profesor Huang lahir di Indonesia dan dibesarkan China," ungkap Hua Chunying dalam jumpa pers di Beijing pada Kamis (6/2). "Dia mengaku sangat menghargai arsitektur medis dan telah membuat kontribusi penting dalam upaya kita bertempur melawan virus SARS dan epidemi virus Corona ini."

Dengan adanya fakta ini, Hua Chunying berharap agar persahabatan Tiongkok dan Indonesia akan semakun kuat dan dalam. Dengan demikian, kontribusi yang lebih bermanfaat pada kesejahteraan kedua negara pun dapat dihasilkan.

Dilansir CNN Indonesia, Profesor Huang Xiqiu lahir di Jember, Jawa Timur, sekitar 79 tahun yang lalu. Profesor Huang Xiqiu juga dilaporkan sempat bersekolah di Chung Hua School di Jember.

Di sisi lain, Huoshenshan Hospital yang dirancang oleh Profesor Huang Xiqiu ini dibangun di atas lahan seluas 25 ribu meter persegi. Rumah sakit tersebut dilengkapi oleh 1.000 tempat tidur dan 1.400 petugas medis yang juga merupakan anggota Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.

Pembangunan Huoshenshan Hospital ini melibatkan ribuan pekerja konstruksi. Untuk mempercepat pembangunan, 800 alat berat pun diterjunkan.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun hingga Jumat (7/2) pukul 08.00 WIB, sebanyak 31.481 kasus infeksi virus Corona telah dikonfirmasi. Dengan 4.824 kasus diantaranya, atau sekitar 15 persen, dilaporkan dalam kondisi kritis.

Lebih lanjut, sejauh ini sebanyak 638 pasien pengidap virus Corona dilaporkan telah meninggal dunia. Namun sebanyak 1.563 pasien, atau lebih dari 2 kali lipat korban meninggal, dinyatakan sembuh dari virus yang masih bersaudara dengan SARS dan MERS itu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts