NasDem Soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Ini Kesesatan
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Partai Nasional Demokrat (NasDem) menilai pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan organisasi terorisme ISIS sebagai bentuk kesesatan.

WowKeren - Pemerintah Indonesia sedang mengkaji rencana pemulangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat bergabung dengan organisasi terorisme Internasional, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Rencana tersebut sontak mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat Indonesia.

Pasalnya, banyak kalangan masyarakat yang dibuat resah terkait rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut. Mereka khawatir jika kepulangan WNI yang pernah bergabung dalam jaringan teroris tersebut dapat menimbulkan keonaran, bahkan menyebarkan paham radikalisme di Indonesia.


Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Partai Nasional Demokrat (NasDem), Willy Aditya menjadi salah satu pihak yang ikut mengkritik rencana pemerintah untuk memulangkan WNI eks ISIS. Menurutnya, rencana pemerintah tersebut adalah sebuah kesesatan.

Willy mengatakan jika pertimbangan pemerintah untuk memulangkan anggota teroris dengan alasan kemanusiaan justru menyesatkan. Ia kemudian menyinggung bahwa banyak kelompok teroris yang sering menggunakan isu kemanusiaan sebagai jalan untuk kembali ke negara asalnya dan melakukan aksi kejahatan.

"Saya pribadi melihat berpikir untuk mengembalikan 600 (WNI) ini saja sebuah kesesatan," kata Willy dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (9/2). "Dalam proses ini kemanusiaan sebagai entry point sebagai cover story."

Willy lantas menegaskan jika terorisme merupakan bagian dari kejahatan kemanusiaan. Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah untuk tidak melakukan pemulangan WNI eks ISIS dengan hanya melihat dari satu sisi saja.

Lebih lanjut Willy mengkritisi keputusan para WNI tersebut yang telah meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. Menurutnya, keputusan tersebut dinilai telah mengkhianati bangsa sendiri dengan meninggalkan kewarganegaraan mereka demi sebuah ideologi baru.

Maka, rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut justru akan membuat Indonesia menerima ancaman terorisme. "Kalau toh mengembalikan teman-teman disini imigran yang mendapat pelanggaran HAM, kekerasan itu lebih layak dikembalikan," jelas Willy.

Willy juga meminta pemerintah dengan tegas menjadikan wacana pemulangan WNI eks ISIS sebagai saat untuk melawan propoganda tentang terorisme. Pemerintah diminta untuk memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat mengenai kejahatan terorisme yang sangat membahayakan.

"Selama ini yang terpapar melalui proses rekrutmen melalui media sosial," terang Willy. "Kita kembali gunakan media sosial untuk sosialisasi ini loh dampaknya (terorisme), ini bukan main-main."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts