Ma'ruf Amin Kaji Opsi Pulangkan Anak WNI Eks ISIS, Buya Syafii: Di Sini Yang Pelihara Siapa?
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Anggota Dewan Pengarah BPIP sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii, menilai persoalan ini kompleks karena adanya benturan antara aspek kemanusiaan dan kekhawatiran.

WowKeren - Isu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) mantan simpatisan ISIS ke Tanah Air kini tengah menuai pro dan kontra. Banyak yang tidak setuju karena mengkhawatirkan keamanan, namun ada juga yang mendukung wacana pemulangan tersebut dengan alasan kemanusiaan.

Terkait isu ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian dan pertimbangan. Menurut Ma'ruf, pengkajian pemulangan WNI eks ISIS juga berlaku bagi anak-anak, senada dengan yang telah disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius beberapa waktu lalu.


"Ya itu kan baru pendapat, nanti akan kita rapat koordinasikan, atau tidak dipulangkan semua," tutur Ma'ruf di Karawang, Jawa Barat, pada Senin (10/2). "Ada yang dipulangkan yang anak-anak, atau konsekuensi-konsekuensi lainnya seperti apa, kemudian ada beberapa alternatif yang tentu akan kita pilih setelah kita kaji lebih luas."

Menanggapi kajian pemulangan anak WNI eks ISIS, anggota Dewan Pengarah BPIP sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Ma'arif pun buka suara. Menurut Buya, persoalan ini kompleks karena adanya benturan antara aspek kemanusiaan dan kekhawatiran.

"Nah iya, lalu di sini yang memelihara siapa? Ini kompleks sekali, tapi kalau hati nurani, kemanusiaan kita kan kasihan," jelas Buya di Sleman, Yogyakarta, dilansir Kumparan pada Selasa (11/2). "Tapi mereka kalau belum berubah."

Menurut Buya, program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah juga tak bisa sepenuhnya dijadikan jaminan. Ia menilai bahwa para WNI tersebut seharusnya sudah sadar dan insyaf setibanya di lokasi perjuangan ISIS karena melihat sendiri apa yang terjadi.

"Deradikalisasi ada yang berhasil, tapi ada yang enggak bisa berhasil. Kalau sudah terpapar itu memang sulit sekali," terang Buya. "Semestinya mereka sudah melihat di sana, ternyata bukan surga (tapi) neraka, semestinya mereka insyaf dong. Tapi ini masuk ke ranah teologi, teologi yang mematikan akal sehat."

Lebih lanjut, Buya berpesan agar kajian soal pemulangan WNI eks ISIS ini dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Pasalnya, apabila tidak dikaji dengan hati-hati maka akan berdampak pada keamanan.

"Dampak keamanan dan juga sikap masyarakat terhadap mereka. Apa masyarakat mau menerima mereka atau tidak?" pungkas Buya. "Kalau yang dari China ada Corona aja seperti itu (ditolak), apalagi ini menyangkut ideologi."

(wk/Bert)

You can share this post!