Pengamat Ungkap Potensi WNI Eks ISIS Serang RI Bila Tak Dipulangkan
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Pengamat Terorisme Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh, Al Chaidar, menilai bahwa 600 WNI Eks ISIS yang tidak dipulangkan justru berpotensi menjadi sangat radikal.

WowKeren - Sejumlah pro kontra turut mewarnai wacana pemulangan warga negara Indonesia yang merupakan anggota ISIS. Meski banyak pihak yang meminta pemerintah untuk tidak memulangkan mereka, namun tak sedikit pula yang menilai bahwa sebaiknya mereka dipulangkan ke Indonesia.

Pengamat Terorisme Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh, Al Chaidar, menilai Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang jumlahnya sekitar 600 orang harus dipulangkan ke Indonesia. Sebab menurutnya, jika ratusan eks anggota ISIS tersebut tidak dipulangkan maka justru akan berpotensi menjadi sangat radikal. Tidak menutup kemungkinan, mereka akan melancarkan serangan ke indonesia.


"Saya kira justru kalau tidak dipulangkan mereka akan jadi sangat radikal," kata Al Chaidar dilansir acehkini, Selasa (11/2). "Dan bisa jadi nanti mencoba melakukan serangan-serangan apa pun yang mereka bisa terhadap Indonesia ataupun terhadap negara lain."

Menurutnya, pemerintah merasa was-was ketika akan memulangkan mereka ke Indonesia karena takut akan berbuat kekacauan. Padahal seharusnya, pemerintah tidak perlu merasa takut. Sebab, mereka adalah orang-orang yang sudah menyesali perbuatannya dan lelah terus-terusan berada di Suriah.

Mereka tak lain adalah orang-orang yang telah menyadari bahwa ISIS adalah negara abal-abal sehingga masih memandang bahwa Indonesia adalah tempat untuk kembali. "Jadi mereka tetap masih menganggap bahwa Indonesia adalah kampung halaman," sebut Al Chaidar.

Jika terdapat ketakutan mengenai paham ideologi yang mereka miliki, Al Chaidar menilai bahwa hal itu bisa dihilangkan. Pemerintah bisa saja melakukan program deradikalisasi dan kontra wacana untuk menghilangkannya. terutama bagi wanita dan anak-anak, Al Chaidar menganggap bahwa kedua golongan ini tidak seberapa parah terpapar paham radikal.

"Tapi setahu saya anak-anak dan perempuan itu tidak terkena imbas ideologisasi yang terlalu parah," lanjut Al Chaidar. "Sedikit saja dan itu bisa diproses di Indonesia. Tidak apa-apa itu, jangan terlalu ketakutan."

Meski demikian ia tidak menampik jika ada potensi ideologi ISIS muncul kembali. Namun menurutnya kemungkinan itu sangat kecil.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts