Tantang Sisi Petualang Dengan Kunjungi 8 Wisata Taman Nasional Ini, Bisa Sambil Belajar Juga!
Travel

Penjelajahan dan edukasi tentang konservasi adalah dua hal yang biasa ditemukan saat mengunjungi kawasan taman nasional. Ada ragam flora dan fauna di taman nasional yang menarik untuk dilihat. Menarik bukan?

WowKeren - Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman nasional merupakan salah satu jenis kawasan konservasi karena dilindungi, biasanya oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi.

Saat ini terdapat 50 Taman Nasional di Indonesia, yang pengelolaannya di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Enam di antaranya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites), dan dua dalam Situs Ramsar. Penjelajahan dan edukasi tentang konservasi adalah dua hal yang biasa ditemukan saat mengunjungi kawasan taman nasional.


Di taman nasional, keanekaragaman hayati bisa kalian pelajari. Ada ragam flora dan fauna di taman nasional yang menarik untuk dilihat. Menarik bukan? Ingin mencoba berwisat ke salah satu taman nasional di Indonesia? Berikut tim WowKeren rangkum 8 rekomendasi yang bisa kalian kunjungi. Yuk disimak!

1. Mampir Ke Taman Nasional Komodo Yang Popularitasnya Sudah Mendunia


Mampir Ke Taman Nasional Komodo Yang Popularitasnya Sudah Mendunia

Taman Nasional Komodo boleh dikatakan popularitasnya sudah mendunia, terbukti dengan jumlah pengunjung taman nasional komodo yang terus meningkat setiap tahunnya. Seperti namanya, taman nasional komodo merupakan habitat asli bagi hewan komodo.

Taman nasional yang jadi rumah lebih dari 2 ribu komodo ini jadi satu di antara taman nasional tertua di Tanah Air. The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan TN Komodo sebagai kawasan Cagar Biosfer (Man and Biosphere Programme - UNESCO) pada 1977.

TN Komodo juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia atau World Heritage Center - UNESCO pada 1991. Tak ketinggalan, sebagai New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation pada 2012. Selain melihat komodo kalian juga dapat menikmati keindahan Pulau Rinca dan Pulau Padar yang masih termasuk dalam area ini.

2. Bertemu Dengan Badak Bercula Satu Khas Jawa Di Taman Nasional Ujung Kulon


Bertemu Dengan Badak Bercula Satu Khas Jawa Di Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon atau yang disingkat sebagai TNUK ini terletak di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. Taman nasional ini memiliki luas lebih dari 120 ribu hektare dan menjadi salah satu destinasi yang sorotan karena menyimpan keindahan alam yang menawan.

Taman nasional ini menjadi tempat perlindungan satwa seperti badak bercula satu dan hewan lainnya seperti banteng. TNUK telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya oleh UNESCO sejak 1991 silam. Selain itu di area ini kalian juga dapat berkunjung ke Gunung Honje, Pulau Peucang, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, dan Semenanjung Ujung Kulon.

3. Taman Nasional Bunaken Sajikan Pemandangan Bawah Laut Yang Luar Biasa


Taman Nasional Bunaken Sajikan Pemandangan Bawah Laut Yang Luar Biasa

Di kalangan penyelam dan pecinta keindahan bawah laut, Taman Nasional Bunaken tentu saja tak lagi asing. Sebanyak 390 jenis terumbu karang dan 90 spesies ikan dapat ditemukan di perairan Bunaken. Luas taman nasional ini mencapai 89.065 hektar. Taman Nasional Bunaken juga termasuk dalam kawasan segitiga emas terumbu karang dunia.

Taman Nasional Bunaken ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai taman nasional pada tahun 1991. Lokasi ini merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Di tempat wisata ini banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan, seperti: diving, snorkeling, berjemur, dan berenang di laut.

4. Taman Nasional Way Kambas Cocok Untuk Kalian Yang Ingin Bertemu Gajah


Taman Nasional Way Kambas Cocok Untuk Kalian Yang Ingin Bertemu Gajah

Way Kambas berada di Provinsi Lampung dan menjadi rumah untuk Gajah Sumatera. Taman nasional ini dihuni sekitar 200 ekor gajah. Hewan dengan nama latin Elephas Maximus Sumatranus ini merupakan hewan yang terancam punah menurut data dari Internasional Union for Conservation Nature.

Selain gajah, tempat ini juga memiliki 48 jenis ikan air tawar, 77 jenis kupu-kupu, 34 jenis mamalia, 17 jenis amphibi, 13 jenis reptil, dan 300 jenis burung. Taman Nasional Way Kambas Adalah salah satu perwakilan ekosistem hutan dataran rendah, dimana di salah satu lokasinya ada tempat pelatihan gajah pertama di Indonesia.

5. Taman Nasional Tanjung Puting Yang Luasnya Mencapai 250 Hektar


Taman Nasional Tanjung Puting Yang Luasnya Mencapai 250 Hektar

Taman Nasional Tanjung Puting memiliki luas mencapai 250 ribu hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa jauh sebelum Indonesia merdeka. Pemerintah Hindia Belanda menetapkannya pada tahun 1937. Taman Nasional Tanjung Puting juga merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia.

Pada tahun 1977 tempat ini ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Keindahan alam Indonesia tak perlu diragukan lagi. Baik panorama lansekapnya hingga makhluk hidup yang ada di dalamnya. 5 Taman nasional yang telah disebutkan di atas adalah beberapa contohnya. Namun perlu diingat, tempat-tempat di atas juga menjadi lokasi untuk konservasi hewan-hewan endemik Indonesia. Jadi jangan dirusak ya.

6. Taman Nasional Kerinci Seblat Yang Dipenuhi Dengan Keanekaragaman Hayati


Taman Nasional Kerinci Seblat Yang Dipenuhi Dengan Keanekaragaman Hayati

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) memiliki luas area hingga 1,4 juta hektare. Taman nasional yang mencakup dari Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Sumatera Selatan ini kaya akan keanekaragaman hayati loh. Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Tamen Sitorus menyebut ada setidaknya 300 jenis anggrek dan 4000 jenis tumbuhan.

Sementara untuk fauna ada lebih dari 85 jenis mamalia, 371 jenis burung, tujuh jenis primata, sepuluh jenis reptilia, hingga enam jenis amfibi. Terdapat 13 jenis satwa dan tumbuhan endemik serta terancam pun yang ada di taman nasional ini. Berdasarkan kajian tersebut, UNESCO memasukkan TNKS menjadi Situs Warisan Alam Dunia sejak 2004.

7. Taman Nasional Lorentz Yang Merupakan Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara


Taman Nasional Lorentz Yang Merupakan Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara
Instagram/lorentznationalpark

Dengan luas mencapai 2,4 juta hektare, Taman Nasional Lorentz menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman nasional yang berada di Papua ini membentang dari Pegunungan Jayawijaya hingga pesisir pantai yang berhadapan dengan Laut Arafuru.

Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara dan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Taman Nasional Lorentz juga memiliki keunikan karena terdapat gletser di daerah tropis. Keanekaragaman satwa di Taman Nasional ini pun sangat unik dan beberapa merupakan satwa langka. Selain itu kawasan Taman Nasional Lorentz merupakan kediaman suku asli Papua seperti Suku Dani Barat, Suku Asmat, Suku Nduga, dan Suku Sempan.

8. Taman Nasional Berbak dan Sembilang Yang Merupakan Konservasi Hutan Rawa Terluas Di Asia


Taman Nasional Berbak dan Sembilang Yang Merupakan Konservasi Hutan Rawa Terluas Di Asia

Taman Nasional Berbak terletak di ujung timur Jambi yang jadi kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara. Taman nasional ini digabung dengan Taman Nasional Sembilang sejak 2016 dan berubah nama menjadi Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS).

Keunikan taman nasional dengan luas mencapai 340 ribu hektare ini adalah gabungan hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatra. Kawasan ini menjadi rumah flora dan fauna seperti harimau sumatra dan satwa liar lainnya. Kawasan taman nasional ini telah ditetapkan sebagai cagar biosfer lewat sidang ke-30 "The Man and Biosphere International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO" pada 2018.

Selain itu simak juga yuk rekomendasi berbagai hotel terapung yang unik di Indonesia di sini. Intip juga rekomendasi wisata pemandian air panas di Bandung di sini.

You can share this post!

Related Posts