Pengaruh Amien Rais Di PAN Diduga Mulai Luntur Usai Kongres Gara-Gara Ini
Instagram/amienraisofficial
Nasional
Kongres PAN Ricuh

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai gelaran Kongres V PAN sebagai ajang pembuktian pengaruh Amien Rais di partai besutannya sendiri.

WowKeren - Gelaran Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, memang bertujuan untuk memilih Ketua Umum yang baru. Namun, Kongres V PAN rupanya sekaligas menjadi ajang pembuktian pengaruh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di partai besutannya sendiri.

"Ini uji kesaktian Amien Rais, apakah tetap punya pengaruh sebagai tokoh figur sentral atau kekuasaan Amien Rais runtuh di PAN," tutur Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dilansir Kompas.com, Selasa (11/2). "Selama ini yang direstui dan mendapat dukungan Amien Rais enggak pernah kalah dalam Kongres PAN."


Diketahui, Amien memberikan dukungannya kepada Mulfachri Harahap dalam pencalonan Ketum PAN. Anak Amien yang bernama Hanafi Rais disebut akan mendampingi Mulfachri sebagai Sekretaris Jenderal ia apabila terpilih.

Sayangnya, Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai Ketum PAN periode 2020-2025. Dalam proses penghitungan suara tersebut digelar di ballroom Hotel Claro, Kendari, Sultra, pada Selasa (11/2), Zulhas berhasil meraup 331 suara sedangkan Mulfachri hanya mendapat 225 suara.

Selain itu, Amien yang biasanya membuka gelaran Kongres PAN justru tidak diberi ruang dalam agenda tahun ini. Padahal, Amien selaku pendiri PAN diagendakan memberikan sambutan.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menilai bahwa kembali terpilihnya Zulhas sebagai Ketum menjadi sejarah baru bagi partai berlambang matahari tersebut. Pasalnya, tutur Bara, hasil Kongres ini menunjukkan para pemimpin di daerah yang berani bersikap independen dari satu tokoh yang selama ini mendominasi PAN, yakni Amien Rais.

"Karena dengan memilih Zulkifli Hasan, mereka juga berani bersikap independen dari satu tokoh yang selama ini mendominasi PAN dan menghambat perkembangan PAN," tutur Bara dilansir Merdeka pada Rabu (12/2) hari ini. "Bahwa mulai dari sekarang kita betul-betul terlepas dari ketergantungan satu orang. Jadi PAN bisa jadi suatu partai politik yang modern di mana pemimpin utamanya itu satu yaitu ketua umum."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts