'Arthdal Chronicles' Dilaporkan Mulai Produksi Season 2 Tahun 2020 Ini
Naver
TV

'Arthdal Chronicles' merupakan drama fantasi epik tentang para pahlawan yang membuat legenda mereka sendiri di tanah mitos Arth. Season 1 terbagi dalam 3 part dengan 18 episode.

WowKeren - Kabar gembira datang untuk penonton setia "Arthdal Chronicles. Pada Kamis (13/2), media Ilgan Sports melaporkan jika tim produksi drama tvN itu tengah mempersiapkan produksi season 2.

Menurut laporan, "Arthdal Chronicles" akan memulai produksi season 2 tahun 2020 ini tepatnya kisaran September atau paling lambat Oktober mendatang. Song Joong Ki, Jang Dong Gun, Kim Ji Won dan Kim Ok Bin serta semua pemain lain yang belum terbunuh di season 1 diharapkan bisa kembali bergabung.


Tim produksi kabarnya tengah bekerja untuk mengatur jadwal yang bisa mengakomodasi para aktor utama. Namun, sutradara "Arthdal Chronicles" season 1 akan diganti tidak lagi Kim Won Suk karena sang PD sebelumnya sudah menjelaskan kalau dia hanya akan bergabung di season 1.

"Arthdal Chronicles" sendiri merupakan drama fantasi epik tentang para pahlawan yang membuat legenda mereka sendiri di tanah mitos Arth. Ada lima karakter utama dari season 1 yakni Eun Seom (Song Joong Ki), Tan Ya (Kim Ji Won), Ta Gon (Jang Dong Gun), Taealha (Kim Ok Bin) dan Sa Ya (Song Joong Ki).

"Arthdal Chronicles" season 1 ditayangkan dalam tiga bagian (enam episode per bagian) dengan total 18 episode. Proses produksi dilaporkan menghabiskan biaya lebih dari 50 miliar won (sekitar Rp 578 miliar). Besarnya biasa produksi disebut karena tim produksi membangun studio outdoor sendiri ditambah biaya efek grafis (CG).

"Arthdal Chronicles" season 1 sendiri ditutup dengan akhir menggantung. Hal inilah yang membuat penonton sangat menantikan season 2. Namun kala itu, tim produksi menegaskan jika penggarapan season 2 bisa terjadi jika ada dukungan dari para penonton.

Sementara itu sepanjang penayangan "Arthdal Chronicles", drama ini tak luput dari pemberitaan negatif. Salah satunya karena sempat ada laporan jika produksi di luar negeri yakni Brunei Darussalam telah menciptakan kondisi kerja yang tidak adil bagi staf produksi.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts