Kongres PAN Ricuh, Salah Satu Kandidat Caketum Disebut Bawa Ratusan Preman
Nasional
Kongres PAN Ricuh

Ketua Panitia Daerah Kongres V PAN asal Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman Saleh, mengatakan bahwa Mulfachri merangsek masuk ke arena kongres dan membawa ratusan preman.

WowKeren - Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, sempat diwarnai aksi kericuhan. Salah satu kandidat calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap, dituding sebagai biang kericuhan.

Ia dituding membawa preman ke arena Kongres yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Adapun kericuhan terjadi setelah sidang kongres dimulai kembali pascaskorsing. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Panitia Daerah Kongres V PAN asal Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman Saleh.


"Mulfachri merangsek masuk ke arena kongres," kata Abdul dilansir Republika, Rabu (12/2). "Dengan ratusan preman yang sudah disiapkan dari Maluku."

Melanjutkan, Abdul mengatakan bahwa Mulfachri juga memimpin langsung para preman tersebut dan mengomando siapa saja yang menjadi target kemarahannya. Suasana kongres kian mencekam lantaran Mulfachri Harahap ingin menghalalkan segala cara merebut kursi ketum tersebut.

Bahkan dari aksi kericuhan itu, ada salah seorang peserta yang mengalami luka hingga harus dijahit di bagian kepala. "Korban kericuhan Tedi Kurniawan ketua DPD Tanggamus, Lampung mengalami luka lima jahitan," keluh Abdul.

Masih dilansir Republika, pihak kepolisian Sulawesi Tenggara juga telah mengamankan tiga orang yang diduga perusuh. Tiga orang tersebut telah dibawa oleh tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Hal itu dikemukakan oleh Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Merdisyam.

"Polisi terpaksa mengamankan tiga pemuda itu," kata Merdisyam, Rabu (12/2). "Karena yang bersangkutan terbukti sebagai orang yang membuat keributan di dalam ruangan saat pelaksanaan Kongres berlangsung."

Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) terpilih, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi di arena Kongres dilakukan oleh orang dari luar partai. "Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada seluruh simpatisan PAN atas apa yang terjadi," kata Zulkifli, Rabu (12/2).

You can share this post!

Related Posts