KPAI Dikecam Usai Minta Anak WNI Eks ISIS Dilindungi Tapi Bungkam Soal Bullying
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Pemerintah membuka peluang anak WNI eks simpatisan ISIS untuk dipulangkan dengan berbagai syarat. Kebijakan ini pun mendapat apresiasi dari KPAI, yang justru membuahkan kecaman dari publik.

WowKeren - Masalah perundungan di Indonesia bak tak pernah berakhir. Usai seorang siswa berinisial MS di Malang menjadi viral lantaran harus merelakan ruas jari tengahnya diamputasi pasca dirundung 7 temannya, kini penyiksaan yang dialami seorang siswi SMP di Purworejo juga menyita perhatian.

Di sisi lain, pemerintah juga sedang dibuat geger dengan masalah pemulangan WNI eks simpatisan jaringan terorisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Setidaknya ada 600-an WNI yang berharap agar pemerintah berkenan memulangkan.


Namun pemerintah mengambil langkah tegas dengan menolak permintaan tersebut. Presiden Joko Widodo dengan tegas menolak para WNI itu dengan dalih melindungi ratusan juta masyarakat Indonesia.

Tetapi pemerintah memberikan kelonggaran dengan membuka peluang bagi anak-anak eks anggota ISIS di bawah usia sepuluh tahun untuk bisa dipulangkan dengan berbagai syarat. Kebijakan ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Susanto.

Lebih lanjut, Susanto menyebut negara harus hadir untuk memberikan perlindungan khusus karena anak, dalam kasus ini, hanyalah korban. "Apalagi anak dalam hal ini posisinya sebagai korban. Maka wujud kehadiran negara mesti terlihat," ujar Susanto, Rabu (12/2).

Susanto pun mengutip UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 59 tentang Perlindungan Anak. "Pasal 59 menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus bagi anak, termasuk anak korban jaringan terorisme," terangnya, dilansir dari Detik News.

Namun sikap KPAI ini rupanya tak berbuah simpatik masyarakat. Sebab warganet, seperti dikutip dari lini masa Twitter, justru terlihat memberikan kecaman kepada KPAI.

Pasalnya KPAI sebelum ini justru banyak bungkam kendati kasus perundungan satu-persatu terungkap ke publik dan sukses membuat banyak pihak "menangis". Konflik KPAI dengan PB Djarum beberapa waktu lalu pun ikut diungkit oleh warganet.

"Di Malang anak dibully sampai patah tangan anteng, di Purworejo anak perempuan dianiaya anteng. Giliran anak ISIS suaranya kenceng," cuit @Ah*****wah.

"KPAI itu singkatan Komisi Perlindungan Anak Isis kah... Banyak anak di bulli.. kpai diem..kmarin bermasalah dengan pembinaan atlet bulu tangkis... Kok malah ngurusin anak ISIS," timpal @At****ya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts