Fadli Zon Curiga Isu Terorisme Hanya Dibuat-Buat Demi Anggaran, Jubir Jokowi Sentil Menhan Prabowo
Instagram/bksapdpr
Nasional

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan sejauh mana keberhasilan program deradikalisasi yang telah memakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

WowKeren - Isu mengenai nasib mantan simpatisan ISIS kini tengah ramai dibahas di Indonesia. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon lantas ikut berbicara soal isu tersebut saat menjadi pembicara di acara "Mata Najwa" yang bertajuk "Menangkis ISIS".

Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Najwa Shihab pada Kamis (13/2), Fadli menjelaskan bahwa isu terorisme di Indonesia mulai ramai sejak adanya aksi terorisme di Amerika Serikat pada 11 September 2001 yang dilakukan oleh kelompok al-Qaeda. "Kalau kita lihat Indonesia sebelum 9/11, saya kira tidak ada kasus-kasus yang menonjol, terorisme. Setelah 9/11, kita lihat banyak kasus-kasus yang menonjol, bom Bali dan sebagainya," tutur Fadli.


Fadli lantas menilai bahwa Indonesia masih perlu mengevaluasi cara untuk menangani terorisme. Ia juga menyampaikan kecurigaannya terkait isu terorisme. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut menduga isu terorisme merupakan permasalahan yang dibuat-buat untuk memperoleh anggaran.

"Ini kan kita ingin sustainable (berkelanjutan) dalam menangani ini, jangan ada terus kasus-kasus terorisme seperti tadi, sejauh mana keberhasilan program-program deradikalisasi yang juga banyak memakan dana APBN, jangan sampai ini menguap begitu saja tapi tidak ada hasilnya," ujar Fadli. "Jadi kalau menurut saya kita harus evaluasi cara kita menangani masalah terorisme dan sebagainya, jangan sampai terorisme ini dibikin terus ada terus, supaya ada anggarannya terus. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja ada pihak-pihak yang menginginkan ini (terorisme) ada terus."

Pernyataan Fadli tersebut lantas ditanggapi oleh juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman. Fadli diajak untuk mengkonfirmasi langsung kecurigaannya tersebut kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. "Nanti kita tanyakan kepada Bapak Menteri Pertahanan," kata Fadjroel yang disusul oleh tawa hadirin.

Mendengar perkataan Fadjroel, Fadli langsung mengklarifikasi bahwa hal tersebut tak ada kaitannya dengan Kementerian Pertahanan. "Itu bukan di Kementerian Pertahanan, itu adanya di BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), di kepolisian, dan lain-lain. Anggarannya bukan di Kemenhan," jawab Fadli.

Fadjroel pun membenarkan jawab Fadli. Namun, Fadjroel kembali menjelaskan bahwa Kemenhan berada di bawah Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). "Bukan, memang betul, tetapi Beliau (Prabowo) dalam Kemenko Polhukam, Beliau berada di dalam sana," pungkas Fadjroel.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts