Pemerintah Tolak Pulangkan Teroris Lintas Batas, Eks Presiden ISIS Indonesia: Saya Siap Tampung
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Mantan Presiden Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) Regional Indonesia, Chep Hernawan, menyatakan siap untuk menampung WNI eks ISIS yang benar-benar ingin pulang ke Indonesia.

WowKeren - Pemerintah telah menegaskan tidak akan memulangkan ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS atau para teroris lintas batas. Menanggapi hal ini, mantan Presiden ISIS Regional Indonesia Chep Hernawan pun menyatakan siap untuk menampung WNI eks ISIS yang benar-benar ingin pulang ke Tanah Air.

"Jika memang benar (ada yang ingin pulang), saya siap menampung kalau memang banyak yang menolak," tutur Chep di kediamannya di Jawa Barat, dilansir detikcom pada Sabtu (15/2). "Tapi kan itu jikalau ada yang pulang, tapi saya tidak yakin ada yang ingin. Karena mereka di sana hidup enak."


Menurut Chep, ada sekitar 700 orang WNI yang masih berada di Suriah. Chep sendiri mengaku masih berkomunikasi dengan beberapa WNI tersebut, namun mereka menyebut tidak berniat untuk pulang ke Indonesia.

"Masih komunikasi, tapi tidak tiap hari," tutur Chep. "Dan (mereka) tidak ada yang menyebutkan ingin pulang."

Lebih lanjut, Chep menduga jika memang ada WNI eks ISIS yang pulang ke Tanah Air, maka mereka berarti dibiayai oleh pihak tertentu. Chep juga menyebut bahwa WNI eks ISIS hidup enak di Suriah.

"Jadi pertanyaan kalau memang ada yang ingin pulang, di sana mereka enak," jelas Chep. "Pendapatan juga besar, bisa kirim ke keluarga jutaan rupiah per bulannya."

Sebelumnya, beredar informasi bahwa para WNI eks ISIS tersebut berharap pemerintah berkenan memulangkan mereka. Namun hal ini dibantah oleh Chep, ia menegaskan bahwa para WNI eks ISIS tidak ingin pulang ke Tanah Air.

"Hoaks, tidak benar mereka ingin pulang. Mereka nyaman dan betah tinggal di sana," pungkas Chep. "Mereka dapat penghasilan besar dan sejahtera di Suriah."

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat angkat bicara soal isu radikalisme terkait kabar ratusan WNI eks ISIS ingin pulang. Ma'ruf dengan tegas meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk bekerjasama dengan khatib dalam membuat program antiradikalisme.

Hal ini disampaikan oleh Ma'ruf ketika membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi Khatib Indonesia dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat (14/2). "BNPT, saya minta untuk kerja sama dan menggunakan khatib-khatib ini untuk menyampaikan pesan-pesannya kepada masyarakat," ujarnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts