Demokrat Hubungkan Persoalan Anak WNI Eks ISIS Dengan Presiden Trump, Kok Bisa?
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat meminta pemerintah untuk mempertimbangan rencana pemulangan anak WNI eks ISIS ke Tanah Air. Dalam penjelasannya ia menghubungkan dengan keputusan yang diambil oleh Presiden AS Donald Trump, kenapa?

WowKeren - Pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menolak rencana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks simpatisan jaringan terorisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Meski begitu, pemerintah masih membuka peluang bagi anak-anak eks anggota ISIS untuk dipulangkan.

Sayangnya, peluang tersebut kembali menjadi polemik di sejumlah pihak. Pro dan kontra turut muncul terkait pertimbangan pemerintah tersebut.


Seperti anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto. Ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Jangan sampai Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan layaknya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memisahkan anak-anak migran dari orang tuanya. Menurutnya, memisahkan anak-anak WNI eks ISIS dari orang tuanya memiliki masalah dasar yakni terkait psikologis. Karena itu, pemerintah perlu memikirkan penanganan anak-anak di bawah umur tersebut setelah dipisahkan dari orang tuanya.

"Jangan sampai seperti kebijakan yang diambil oleh Donald Trump, ketika banyak pengungsi Meksiko orang tuanya enggak boleh masuk tapi anak-anaknya diambil," ujar Didik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2). "Ini bakal menimbulkan persoalan baru terhadap anak-anak."

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat itu menambahkan agar Presiden Jokowi harus mengambil langkah yang sesuai dengan kebijakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam persoalan pemulangan WNI eks ISIS. "Penanganan ini butuh kejelian, kehati-hatian, dan pertimbangan matang yang tentu tidak lepas kemudian langkah-langkah dunia, langkah PBB dalam menangani persoalan ini," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) memberikan apresiasi terkait kesempatan untuk memulangkan anak-anak eks WNI tersebut. Sayangnya, sikap KPAI tersebut justru menuai kecaman dari masyarakat.

Pasalnya KPAI sebelum ini justru banyak bungkam kendati kasus perundungan satu-persatu terungkap ke publik dan sukses membuat banyak pihak "menangis". "Di Malang anak dibully sampai patah tangan anteng, di Purworejo anak perempuan dianiaya anteng. Giliran anak ISIS suaranya kenceng," cuit @Ah*****wah.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts