Skull Breaker Challenge Mewabah di TikTok, Polisi Imbau Masyarakat Tak Ikutan
SerbaSerbi

Skull Breaker Challenge tengah menjamur di TikTok. Sayangnya, tantangan ini memiliki risiko mengancam nyawa sehingga membuat polisi mengingatkan masyarakat Tanah Air untuk tak ikutan.

WowKeren - Media sosial TikTok memang tengah digandrungi oleh anak-anak zaman sekarang. Tak hanya menghibur, aplikasi ini juga memberika tren-tren tantangan yang bisa diikuti oleh para warganet.

Baru-baru ini skull breaker challenge menjadi tren yang tengah digandrungi oleh pengguna TikTok luar negeri. Sayangnya, tantangan tersebut telah memakan korban di Amerika Serikat.


Seorang pelajar SMA di Miami, Florida dilaporkan mengalami luka setelah melakukan tantangan tersebut. Skullbreaker Challenge dilakukan oleh tiga orang dengan cara berbaris. Ketika orang yang di tengah melompat, kedua rekannya akan menjegal kaki tersebut hingga terjatuh.

Beruntungnya, tantangan ini masih belum masuk ke Indonesia. Karena itu, sejumlah pihak meminta agar anak-anak Indonesia tidak meniru dan mengikuti tantangan yang berbahaya tersebut.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi pun menyuarakan kekhawatiran tersebut. “Tolong anak-anak dijagain ya," kata Edy lewat keterangannya, Jumat (14/2). "Lagi ada tren baru ngerjain orang model gini, di mana ini bahaya banget."

Lebih lanjut, Edy menuturkan jika terdapat korban jiwa dalam aksi tersebut maka dapat dikenakan tindak pidana. Pasalnya, skull breaker challenge memiliki potensi besar adanya korban jiwa. “Dugaan Pasal 359 KUHP meninggalnya seseorang atau 360 KUHP akibatkan luka berat,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga turut memperingatkan anak-anak serta pelajar Indonesia untuk tidak mengikuti tren tersebut lantaran dapat membahayakan diri sendiri. "Pastikan mereka (anak-anak dan pelajar) berani bilang 'tidak' jika diajak untuk melakukan challenge yang seperti ini atau challenge yang berbahaya lainnya," jelas Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (14/2).

Retno bahkan mengingatkan para orang tua dan guru untuk mewaspadai bahaya skull breaker challenge. "Para guru dan para orang tua harus didorong untuk kasih tahu ke anak-anak kita semua supaya mereka lebih berhati-hati di mana pun mereka berada," ungkapnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts