Miris Belum Ada Puskesmas, 10 Warga Maluku Meninggal Gegara Diare
Nasional

Kepala Dinas Kesehatan, Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Edwin Tomasoa mengatakan bahwa 10 warga yang meninggal tersebut berasal dari 7 desa yang berbeda. Mereka dirawat di empat puskesmas.

WowKeren - Sejumlah puskesmas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaporkan temuan kasus muntaber yang memakan korban jiwa. Sebanyak 10 warga keluarga miskin di 7 desa yang ada di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku dinyatakan meninggal akibat diare.

Kepala Dinas Kesehatan, Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Edwin Tomasoa mengatakan bahwa jumlah tersebut adalah untuk kurun waktu Januari-Februari. Warga yang menderita diare meninggal lantaran belum ada puskesmas untuk menanganinya.


"Dalam kurun waktu dua bulan terakhir Januari hingga Februari 2020 tercatat sepuluh pasien wafat akibat diare," kata Edwin dilansir CNN Indonesia, Minggu (16/2). "Warga yang meninggal itu akibat tak ada puskesmas untuk menangani pasien di sejumlah desa di Saumlaki."

Edwin menjelaskan bahwa 10 warga yang meninggal tersebut berasal dari 7 desa yang berbeda. Mereka dirawat di empat puskesmas di Tanimbar. "Dari empat puskesmas paling banyak (kasus) meninggal (ada) di Puskesmas Saumlaki," pungkasnya.

Lebih jauh, Edwin mengatakan bahwa warga yang meninggal tak semuanya murni karena menderita diare. Ada warga yang meninggal karena penyakit paru-paru dan lainnya. Saat ini, warga di sejumlah desa di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar yang menderita diare sudah tertangani.

"Tenaga kesehatan dikerahkan ke desa-desa yang tak punya puskesmas maupun pustu (puskesmas pembantu)," lanjut Edwin. Ia memaparkan bahwa banyak warga yang terserang diare lantaran mereka masih belum sepenuhnya membudayakan pola hidup bersih.

Sehingga untuk mengatasinya pengobatan saja tidak cukup namun juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat. "Seperti membiasakan cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga stamina tubuh," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Adonia Rerun, menyayangkan hal ini. "Ada memang yang meninggal akibat diare sebanyak 10 orang.Tadi saya langsung komplain ke Kadis Kesehatan KTT, ada kejadian seperti ini tapi tidak segera lapor ke kita," tuturnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts