Aksi Gerebek PSK Terus Dikritik, Gerindra Malah Putuskan Andre Rosiade Tak Bersalah
Nasional
Isu Politisi Jebak Pekerja Seks

Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade, menerima banyak kecaman usai dituding melakukan penjebakan dalam aksi penggerebekan PSK di Padang, Sumbar. Andre pun harus menghadapi sidang etik di tingkat partai.

WowKeren - Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade terus menuai sorotan banyak pihak. Hal ini tentu tak lepas dari aksi penggerebekan praktik prostitusi online yang dilakukan oleh Andre pada akhir Januari 2020 lalu.

Aksinya yang dilakukan di Padang, Sumatera Barat kala itu menuai kecaman banyak pihak karena dianggap sebagai penjebakan demi mendongkrak citra Andre. Menanggapi hal tersebut, Partai Gerindra pun bergerak cepat, salah satunya lewat gelaran sidang oleh Majelis Kehormatan Partai Gerindra. Andre pun mengaku siap menerima setiap keputusan yang diambil oleh MKD.


"Yang jelas saya sebagai orang yang taat, kader yang taat dan loyal kepada pimpinan, kepada partai, sudah menghadiri undangan tersebut," ujar Andre, Rabu (12/2). "Yang jelas apapun keputusan pimpinan, partai, tentu sebagai kader yang patuh akan saya ikuti."

Sikap ini tampaknya merupakan keputusan yang tepat, lantaran MKD Gerindra baru-baru ini menilai Andre tak bersalah. Informasi ini seperti disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, Minggu (16/2).

Menurut Muzani, pihaknya memanggil Andre dalam rangka tabayun, mengonfirmasi berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat. Dan hasilnya, partai yang telah mendengar pemaparan Andre menilai tak ada pelanggaran dalam aksi penggerebekan tersebut.

Gerindra menilai Andre hanya menjalankan fungsinya sebagai anggota DPR RI. "(Oleh karena itu) kami dorong terus (Andre) berbuat untuk masyarakat Sumatera Barat dan melakukan kritik untuk kepentingan rakyat," jelas Muzani, dilansir dari Suara, Senin (17/2).

Andre pun mengaku bersyukur atas keputusan partainya tersebut, yang dinilainya sebagai "sikap jernih". "Saya seorang kader yang taat dan akan menjalankan instruksi partai," tegasnya.

Andre sendiri mengaku siap hadir bila dipanggil oleh MKD DPR RI. Namun, secara tersirat, Andre mengaku optimis MKD DPR pun tak akan memutusnya bersalah.

Sebab Andre menilai selama ini tak pernah melakukan pelanggaran kode etik. Bahkan Andre sesumbar tak perlu lagi diajari soal etika.

"Jangan ajarkan seorang Andre Rosiade tentang etika. Langkah ini saya lakukan sebagai bentuk amar makruf nahi munkar agar daerah ini bebas prostitusi," pungkas Andre.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts