Tak Melulu Ngeri, Kisah Manis Cinlok WNI Yang Dievakuasi ke Natuna Ikut Jadi Sorotan
SerbaSerbi
Wabah Virus Corona

Ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan ke Natuna akhirnya dipulangkan ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2) kemarin. Sejumlah kisah pun terjadi selama 14 hari mereka diobservasi.

WowKeren - Pada Minggu (2/2) lalu, pemerintah Indonesia berhasil memulangkan ratusan WNI dari Kota Wuhan dan sekitarnya di Provinsi Hubei, Tiongkok. Langkah ini diambil gegara wilayah tersebut diisolasi usai wabah virus Corona, atau yang belakangan sudah resmi dinamai COVID-19, merebak.

Usai dievakuasi dari Wuhan, ratusan WNI itu pun dikarantina sementara di Natuna, Kepulauan Riau. Pasca diobservasi selama 14 hari, akhirnya ratusan WNI itu dipulangkan ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2) kemarin.


Sejumlah kisah pun tak pelak terjadi selama 14 hari mereka berbagi nasib di Natuna. Bagaimana tidak? Mereka yang selama ini tinggal di Wuhan, barangkali tak saling kenal sebelumnya, harus bersama-sama menjalani hidup di hanggar yang sudah disulap sedemikian rupa itu.

Karena dihuni banyak mahasiswa dan pelajar, mengingat memang ratusan WNI yang bertolak ke Wuhan itu dalam rangka melanjutkan studi, tak ayal suasana di lokasi karantina pun berubah lebih menyenangkan. Dilansir dari Suara, para WNI itu rupanya punya segudang kreativitas dan cara-cara unik untuk melepas rasa jenuh.

Oleh karena itulah, tak heran bila ada juga satu-dua pasangan yang saling jatuh hati selama masa karantina. Hal ini pun disampaikan oleh Virni, warga Jakarta yang ikut diobservasi. Virni yang sudah selayaknya ibu bagi kaum muda di Natuna pun selalu menjadi tempat curahan hati.

"Kalau yang cinta lokasi, banyak..." ungkap Virni yang berbuah tawa dari sesama WNI yang dievakuasi di sana. "Namanya juga remaja, bagaimana sih. Kalau makan berdua, ngapa-ngapain berdua."

Virni membenarkan bila ada beberapa pasangan yang menjadi dekat karena masa observasi ini. Sayangnya situasi memang tidak selalu mendukung, lantaran ada beberapa dari mereka yang berasal dari daerah berbeda di Indonesia.

"Bingung itu," tutup Virni, merujuk pada pasangan-pasangan long distance relationship yang terpaksa berpisah karena jauhnya daerah asal satu sama lain.

Tak hanya kisah asmara yang manis, urusan pembelajaran pun menjadi terganggu karena wabah ini. Seorang mahasiswa asal Bogor, Yusuf Azhar, mengaku harus tetap melanjutkan kuliahnya yang tertunda. Ia pun mengaku bakal melanjutkan studinya dengan metode daring atau online.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts