Kepala BKPM Sebut Pemulangan WNI Eks ISIS Bikin Investasi Terganggu, Kenapa?
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks partisipan ISIS disebut-sebut dapat mengganggu investasi yang ada di Tanah Air Terganggu. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

WowKeren - Pemerintah telah menegaskan untuk tidak memulangkan ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS atau para teroris lintas batas. Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keputusan Jokowi tersebut diambil lantaran demi menjaga keamanan yang ada di dalam negeri. Hal ini disetujui oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.


Menurutnya, keputusan Jokowi ini tepat karena saat ini pemerintah tengah memperbaiki iklim investasi di Tanah Air. Dengan adanya kepulangan para WNI Eks ISIS maka dinilai bisa mengganggu iklim investasi yang ada di Indonesia.

"Dari sisi investasi, sudah, kita ini lagi membenahi kondisi investasi agar orang (investor) masuk," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Senin (17/2). "Jadi kalau datang ke Indonesia hanya untuk bikin kacau, mendingan jangan pulang."

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi RI mampu mencapai Rp 886 triliun, lebih tinggi dari realisasi investasi 2019 senilai Rp 809,6 triliun dan 2017 senilai Rp 792 triliun.

Bahlil optimistis cita-cita itu bisa tercapai karena berkaca pada realisasi investasi tahun lalu yang tercatat mampu melampaui target. "Target Rp 866 triliun untuk target realisasi investasi 2020 saya yakin sekali insyaallah bisa melihat potret yang ada sekarang dan realisasi investasi kita kan di 2019 melampaui target," ujarnya.

Di lain sisi, mantan Presiden ISIS Regional Indonesia sempat buka suara terkait keputusan pemerintah yang menolak wacana pemulangan eks partisipan ISIS tersebut. Adalah Chep Hernawan yang menyatakan siap untuk menampung WNI eks ISIS yang benar-benar ingin pulang ke Tanah Air.

"Jika memang benar (ada yang ingin pulang), saya siap menampung kalau memang banyak yang menolak," tutur Chep di kediamannya di Jawa Barat, dilansir detikcom pada Sabtu (15/2). "Tapi kan itu jikalau ada yang pulang, tapi saya tidak yakin ada yang ingin. Karena mereka di sana hidup enak."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts