Keluar Dari Tahanan, Penghina 'Kodok Betina' Ingin Bertemu Risma
Nasional
Kasus Hina Wali Kota Risma

Pelaku penghina 'kodok betina' yang ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Zikria Dzatil (43) telah dibebaskan dari tahanan pada Senin (17/2). Ia pun mengaku ingin bertemu dengan Risma untuk berterima kasih.

WowKeren - Kasus penghinaan yang melibatkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan. Pasalnya, Risma telah melaporkan sendiri Zikria Dzatil (43), ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat yang menghinanya sebagai "kodok betina".

Meski sempat memanas, Risma mengaku sudah memaafkan Zikria tetapi tak membebaskan penghinanya itu dari jeratan hukum. Bahkan Risma telah mencabut laporannya tersebut.


Kekinian, Zikria Dzatil telah keluar dari tahanan Mapolrestabes Surabaya pada Senin (17/2). Dikutip dari CNN Indonesia, Zikria yang mengenakan kemeja biru dan jilbab abu-abu tersenyum sembari menciumi pipi anak bungsunya.

Zikria mengucapkan terima kasih kepada Risma lantaran telah memaafkan perbuatannya dan mencabut laporan terhadapnya. Ia pun berharap bisa bertemu langaung dengan kader PDIP tersebut. "Harapan saya, semoga saya bisa ketemu dengan beliau untuk meminta maaf secara langsung," katanya.

Namun, ia mengaku tak tahu kapan dirinya bakal bisa bertemu dengan Wali Kota Surabaya tersebut. Sedangkan rencana pertemuan ini sendiri masih diurus oleh kuasa hukumnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pengalaman selama mendekam di penjara akan menjadi pelajaran yang penting dalam hidupnya dan tak akan mengulangi kesalahan yang sama. "Semoga ini pertama dan terakhir untuk saya. Insya Allah saya dijaga sama Allah dan tidak mengulangi perbuatan yang memang saya salah," tuturnya.

"Insya Allah saya berusaha untuk menjauhi segala sesuatu yang melibatkan hukum ini," lanjutnya. "Artinya ini menjadi pelajaran bagi kita semua semoga kita petik hikmah ini dari kejadian saya."

Zikria kemudian menambahkan agar warganet lain untuk tak terbawa arus dunia maya, dan tak meniru perbuatannya. "Bijaklah dalam bermedosos, segala sesuatu memang kita harus mengerti, tindak hukum itu pasti," tuturnya. "Artinya segala sesuatunya saling legowo, jangan seperti saya."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts