Caroline Flack Mantan Presenter 'X Factor' Tewas Bunuh Diri, Begini Kronologinya
Selebriti

Presenter cantik tersebut baru saja ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang terletak di kawasan Stoke Newington, East London, Inggris, pada Sabtu (15/2) waktu setempat.

WowKeren - Kabar duka kembali datang dari industri hiburan Hollywood. Presenter cantik Caroline Flack baru saja ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang terletak di kawasan Stoke Newington, East London, Inggris, pada Sabtu (15/2) waktu setempat.

Kabar ini pun dikonfirmasi langsung oleh pihak pengacara keluarga Caroline. Sang pengacara merilis pernyataan yang berbunyi, "Kami ingin mengonfirmasi bahwa Caroline meninggal dunia pada hari ini, 15 Februari. Kami mohon agar media mau menghargai privasi keluarga di masa sulit ini."


Caroline Flack dikabarkan tewas akibat bunuh diri. Presenter cantik ini ditemukan tak bernyawa oleh sahabat sekaligus stylist pribadinya, Lou Teasdale. Lou yang menginap di rumah Caroline pada perayaan Valentine hanya keluar sebentar untuk membeli beberapa kebutuhan. Selang beberapa menit, ia pun pulang dan tak bisa masuk ke dalam apartemen.

Tak kehilangan akal, Lou akhirnya menghubungi ayah Caroline, Ian Flack. Mereka akhirnya berhasil masuk dan menemukan mantan presenter "X Factor Inggris" itu dalam kondisi tak bernyawa. "Dia (Caroline) baik-baik saja saat bersamanya (Lou). Pada Sabtu pagi, Caroline meyakinkan jika dirinya baik-baik saja dan menyuruh temannya segera pulang," tutur salah satu sumber pada Mirror.co.uk.

Diketahui, Caroline bunuh diri setelah terbelit kasus tindak kekerasan pada kekasihnya, Lewis Burton. Presenter cantik itu memang didakwa atas serangan kekerasan pada kekasihnya pada akhir Desember 2019. Setelah kasus tersebut, Caroline jarang tampil di publik dan dipecat sebagai presenter.

Caroline sempat membantah telah melakukan serangan terhadap kekasihnya. Ia akan dijadwalkan sidang bulan depan. Setelah kasus tersebut, Caroline seolah menghilang. Ia pun jarang aktif di media sosialnya.

Menurut sejumlah teman Caroline, disebutkan jika wanita 40 tahun itu memang sempat berjuang melawan depresi. Ia mengaku sudah mengonsumsi obat anti depresi selama berbulan-bulan terakhir dan mendapat banyak dukungan dari orang terdekatnya.

"Dia (Caroline) tidak tahan memikirkan kasus pengadilan dan tidak tahu bagaimana memperbaiki dirinya," ujar salah satu sumber.

You can share this post!

Related Posts