Kinerja Tak Memuaskan, Fahri Hamzah Samakan Ma'ruf Amin Dengan Ban Serep
Instagram/fahrihamzah
Nasional

Mayoritas penduduk Indonesia ternyata menilai kinerja Wapres Ma'ruf Amin tak memuaskan, sebagaimana hasil survei Indo Barometer. Hasil ini pun menuai respons 'pedas' dari Fahri Hamzah.

WowKeren - Lembaga survei Indo Barometer menggelar jajak pendapat untuk sejumlah responden yang dipilih secara acak sesuai parameter tertentu. Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada responden tersebut, termasuk diantaranya soal survei kepuasan rakyat untuk pemerintah.

Dari hasil survei yang diungkap ke publik pada Minggu (16/2) kemarin itu, terungkap bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi salah satu pejabat yang mendapat presentase kepuasan terendah. Tak main-main, angka kepuasan publik kepada Ma'ruf bahkan tidak mencapai 50 persen.


Hasil survei ini pun menimbulkan beragam reaksi dari berbagai kalangan. Termasuk diantaranya mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Fahri menyebut penilaian dari publik itu benar adanya, sebab wakil presiden dalam pemerintahan Indonesia memang diposisikan sebagai ban serep. Bagaimana maksudnya?

"Memang tupoksi (tugas, pokok, fungsi) Pak Wapres itu di dalam demokrasi, dalam tradisi kita ya hanya ban serep," ujar Fahri ketika dijumpai pasca diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (17/2). "Dia hanya fungsional kalau difungsikan."

Bagi Fahri, sosok wapres memang hanya difungsikan secara simbolik saja. Dalam hal ini, peran Ma'ruf hanya untuk menjaga simbol partisipasi kelompok Islam, terutama dari Nahdlatul Ulama.

"Jadi dia menjaga simbol partisipasi kelompok Islam di dalam pemerintahan, dan itu yang harus beliau jaga, gitu," terang Fahri, dikutip dari Kompas, Selasa (18/2).

Oleh karenanya, Fahri menilai tak ada gunanya bila hasil survei menunjukkan indeks kepuasan tinggi dari publik untuk kinerja Ma'ruf. Sebab seperti diungkapnya tadi, Ma'ruf hanya berperan bak ban serep dan sekadar simbol bagi pemerintahan.

Lebih lanjut, Fahri bahkan menyarankan agar Ma'ruf tetap menjaga perannya seperti sekarang dan tak terlalu terlibat dalam teknis pemerintahan. Sebaiknya Ma'ruf lebih fokus untuk menjaga harmoni antara pemerintahan dengan kalangan umat Islam.

"Jadi Pak Ma'ruf itu harusnya simbol rekonsiliasi, enggak usah terlibat terlalu teknis (seperti) urus jalan, urus jembatan, sebab itu melelahkan juga," pungkas Fahri. "Lebih baik dia jaga saja pikiran supaya bangsa ini jangan bertengkar, gitu."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts