Viral Gedung Mal di Yogyakarta Ikut 'Bergoyang' Saat Konser, Ini Penjelasan Ahli
SerbaSerbi

Gedung Mal di Yogyakarta tiba-tiba menjadi viral setelah ikut 'bergoyang' saat konser digelar. Dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro Asri Nurdiana pun menjelaskan peristiwa tersebut.

WowKeren - Sebuah postingan video yang menunjukan sebuah acara konser di salah satu mal di Yogyakarta mendadak viral di media sosial. Pasalnya, dalam video tersebut, seorang penonton menyebutkan jika gedung yang menjadi venue konser tersebut ikut "bergoyang" saat aksi panggung masih berlangsung.

Video tersebut diunggah oleh @Adindatitan1 di Twitter. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan bahwa gedung telah "bergoyang" sejak penampilan bintang tamu pertama. Karena merasa takut, ia bersama dengan temannya pun memutuskan untuk menepi dan keluar berisan dari lokasi.


"Lagi konser di salah satu mall di Jogja, di band terakhir konser di hentikan grgr gedungnya goyang, bener2 goyang, aku yg posisinya ditengah lagi joget tbtb ngerasa kayak main ombak banyu pasar malem langsung aku mundur bener2 degdegan aku cerita lagi dibawah," tulisnya bersamaan dengan momen gedung "bergoyang" yang diabadikannya dalam video.

Viralnya peristiwa gedung "bergoyang" saat konser itu pun mendapat perhatian dari Dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro Asri Nurdiana. Asri mengatakan bahwa syarat bangunan haruslah kaku dan kuat.

Source: Twitter/Adindatitan1

Namun, bangunan bisa saja tidak kaku, baik itu terbuat dari baja atau beton, tergantung dari desain atau perhitungan bangunan. Pemilihan struktur baja pada bangunan biasanya didasari atas pertimbangan waktu pembangunan yang cepat dan mudah dibongkar pasang.

"Melihat kasus ini, kesimpulan sementara bangunan ini tidak kaku, tetapi kuat," kata Asri, Senin (17/2). "Dikatakan kuat karena bisa menahan beban sampai saat ini."

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa bangunan tersebut memiliki kemungkinan didesain flexible. Sebab, wilayah Yogyakarta berada di wilayah gempa sehingga diharapkan dengan desain itu bangunan akan bereaksi sesuai kaidah teknis jika terjadi gempa.

Kedua, ada kemungkinan jika adanya banyak penonton dalam konser tersebut menambah beban gedungnya. "Dengan beban penonton saat konser, saya rasa pada dua kemungkinan di atas, akan menyebabkan perilaku struktur bangunan bergoyang," terangnya.

Terkait lokasi konser sendiri, Asri menganggap hal itu tidak banyak berpengaruh. Menurutnya, jika perhitungan desainnya betul, penghilangan beberapa kolom bukan menjadi masalah yang berarti. "Kalau perhitungan desainnya betul, saya rasa seharusnya dengan menghilangkan beberapa kolom, tidak masalah," jelasnya.

Sementara itu, Public Relations Sleman City Hall (SCH) Tika Sari mengatakan, gedung yang bergoyang itu merupakan hal yang wajar. "Untuk perasaan gedung bergoyang itu sebenernya gini, ibaratnya sama dengan jembatan layang yang terkadang masih terasa juga getaran atau goyangan," kata Tika dilansir Kompas, Selasa (17/2).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts