Dikejar Waktu, WHO Sebut Vaksin Corona Bakal Siap Setahun Lagi
Dunia
Wabah Virus Corona

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan jika vaksin corona akan siap paling cepat dalam 10 hingga 12 bulan mendatang. Hal ini disampaikan oleh Perwakilan WHO di Indonesia, N. Paranietharan

WowKeren - Wabah virus corona hingga saat ini masih menyebar dengan tak terkendali ke berbagai penjuru dunia. Menurut data worldofmeters, virus yang diberi nama COVID-19 itu telah menelan lebih dari 2 ribu korban jiwa dan menginfeksi 37 negara.

Situasi yang tengah genting ini tentunya membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus berpacu dengan waktu demi menemukan vaksin penangkal yang tepat. Namun, menurut pernyataan mereka, vaksin dari virus corona ini kemungkinan baru tersedia paling cepat dalam 10 hingga 12 bulan mendatang.


Perwakilan WHO di Indonesia, N. Paranietharan, mengatakan vaksin akan disebar setelah pihaknya benar-benar memastikan kalau penemuan tersebut aman untuk digunakan manusia. "Kami tidak begitu yakin tapi kemungkinan vaksin ini akan memakan waktu hingga satu tahun (untuk selesai)," ujarnya usai memberi paparan di forum Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta pada Senin (24/2).

"Jika kita beruntung mungkin 10 bulan (bisa selesai) sampai kami dapat hasil kerja vaksin tersebut terhadap manusia," lanjutnya. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan kabar sebelumnya dimana WHO menyebutkan jika vaksin corona bakal siap 18 bulan lagi.

Selain vaksin, WHO juga akan terus bekerja untuk menemukan prosedur perawatan yang tepat dan efektif untuk menekan tingkat kematian hingga menyembuhkan pasien yang terjangkit COVID-19. Paranietharan menargetkan WHO akan merilis hasil penelitian awal terkait prosedur perawatan pasien virus corona yang efektif dan jelas.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, menyatakan para peneliti Negeri Tirai Bambu masih terus berupaya menemukan vaksin virus corona. Sejauh ini, Tiongkok masih mengembangkan vaksin corona untuk diuji pada hewan.

"Sekarang (vaksin) masih diuji terhadap binatang," kata Xiao. "Kurang dari setahun itu akan dicoba pada pasien corona terutama mereka yang dalam kondisi kritis."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts