WHO Tak Lagi Jadikan Virus Corona Wabah Darurat, Kenapa?
SOPA Images/Getty Images
Dunia
Wabah Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah tidak lagi menjadikan virus corona atau COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok sebagai wabah darurat. Kenapa?

WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini sudah tidak lagi menjadikan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini sebagai wabah darurat.

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic menjelaskan alasan WHO sudah tidak lagi menggunakan istilah pandemi pada wabah virus corona. Menurutnya, virus ini sudah tidak lagi menginfeksi banyak orang meskipun keadaannya masih darurat dan berpotensi menyebar semakin luas ke sejumlah negara yang belum pernah terinfeksi.


Pandemi sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan wabah patogen baru yang menyebar dengan begitu cepat dan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia. Selain itu, WHO tidak akan menggunakan lagi sistem 6 fase.

"Demi klarifikasi, WHO tidak menggunakan sistem lama dari 6 fase," jelas Jasarevic seperti dilansir dari Reuters. "Misalnya, dari fase 1 (tidak ada laporan tentang influenza hewan yang menyebabkan infeksi pada manusia) hingga fase 6 (pandemi) dari wabah H1N1 pada tahun 2009 lalu."

Jasarevic menjelaskan jika saat ini, sejumlah negara yang sudah terdampak virus corona telah melakukan tindakan-tindakan preventif untuk mengantisipasi penyebarannya. Walau begitu, ia meminta agar negara-negara tersebut turut waspada terhadap kemungkinan virus corona berkembang biak.

"Namun mereka harus tetap waspada terhadap kemungkinan virus yang berkembang biak," kata Jasarevic. "Selain definisi dan terminologi, saran kami tetap sama, dan kami terus bekerja dengan negara-negara untuk membatasi penyebaran virus sambil juga mempersiapkan kemungkinan penyebaran yang lebih luas."

Dilansir dari data Arcgis pada Senin (24/2), kasus virus corona yang terkonfirmasi telah naik dari 79.360 menjadi 79.434. Sedangkan untuk kasus kematian hanya naik 1 kasus dari 2.619 menjadi 2.620. Sementara untuk kasus pasien yang berhasil sembuh dari virus corona tercatat naik 140 kasus dari 24.963 menjadi 25.103.

Selain Tiongkok, virus corona saat ini dilaporkan telah menyerang Korea Selatan, Singapura, Jepang, Hong Kong, Thailand, Taiwan, Malaysia, Jerman, Vietnam, Amerika Serikat, Australia, Prancis, MaKau, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Selanjutnya virus ini juga ada di Kanada, Italia, Filipina, India, Iran, Rusia, Spanyol, Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, Sri Lanka, dan Mesir.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts