Virus Corona Sudah Infeksi 80 Ribu Orang, WHO Mulai 'Menyerah'
Dunia
Wabah Virus Corona

WHO memang sudah mencabut status darurat global dari wabah virus Corona. Namun ternyata WHO masih menyimpan sejumlah fakta mengerikan soal wabah yang kekinian membuat mereka 'menyerah'.

WowKeren - Wabah virus Corona, atau yang kini dikenal sebagai COVID-19, terus menyita perhatian publik internasional. Bagaimana tidak? Wabah ini sudah berjalan dua bulan namun masih belum ada solusi mumpuni yang bisa diterapkan untuk menangkal.

Dilansir dari laman worldometers.info, hingga Selasa (25/2) pukul 07.00 WIB, tercatat sudah ada 80 ribu lebih orang dari berbagai penjuru dunia yang terinfeksi virus tersebut. Lebih tepatnya, ada 80.150 kasus yang telah dikonfirmasi, dengan jumlah terbanyak dari Tiongkok.


Dari puluhan ribu kasus itu, sebanyak 2.701 diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 27.668 lainnya, atau sekitar sepuluh kali lipatnya, dinyatakan sehat.

Wabah yang bak semakin tak terkendali ini tentu tidak pernah lepas dari pengawasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun tampaknya organisasi tersebut mulai kewalahan, bahkan terindikasi "menyerah" menghadapi wabah virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini.

Sebab dalam pernyataan terakhirnya via konferensi pers pada Senin (24/2) kemarin, WHO meminta publik dunia untuk bersiap-siap menghadapi babak baru wabah virus Corona. Yakni babak dimana penyakit akibat virus tersebut menjadi pandemi global.

"Pan demos (atau pandemi) merupakan situasi dimana seluruh populasi makhluk hidup di dunia bisa terpapar virus dan berpotensi untuk jatuh sakit karenanya," jelas Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO, Mike Ryan. "Kita sudah pernah mengalami itu dalam kasus influenza. Pandemi akan terjadi dalam beberapa gelombang."

Kendati demikian, WHO mengaku masih meneliti sejumlah hal, termasuk adanya anomali dalam pola pandemi ini. Sebab kini jumlah kasus di Tiongkok berkurang drastis, namun wabah besar-besaran tengah terjadi di negara lain seperti Korea Selatan dan Italia.

"Sekarang waktunya kita untuk bersiap-siap. Kita sedang dalam fase persiapan untuk potensi terjadinya pandemi global," ungkap Ryan. "Sekarang kita harus bersiap-siap, namun status pandemi itu terlalu awal untuk diumumkan. Kita masih bisa berjuang agar situasi itu tak terjadi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts