Kang Emil Disebut Kalah Populer Dari Anies-AHY Soal Capres 2024, Begini Kata Pengamat
Nasional

Gubernur Jabar Kang Emil disebut kalah populer dalam hasil survei Indo Barometer terkait popularitas calon presiden 2024. Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Pendidik Indonesia (UPI) Karim Suryadi pun buka suara.

WowKeren - Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut masuk ke dalam kandidat sebagai calon presiden (capres) 2024 berdasarkan hasil survei. Sayangnya, pria yang kerap dipanggil Kang Emil itu justru kalah populer dari sejumlah sosok lain seperti Anies Baswedan, Sandiaga Uno bahkan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Menanggapi hasil survei tersebut, Pengamat Politik Universitas Pendidik Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai jika hasil tersebut wajar terjadi. Pasalnya, ketiga sosok yang menjadi saingan Kang Emil dalam survei tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini tengah mendapatkan sorotan dari masyarakat luas.


"Anies populer karena banyak kebijakannya (DKI Jakarta) yang dinilai kontroversial," ujar Karim dilansir Detikcom, Selasa (25/2). "Sandiaga pernah jadi cawapres. Artinya dari sisi popularitas, wajar saja RK dinilai kurang populer dibanding tiga (sosok) itu."

Lebih lanjut, ia menilai jika peluang Kang Emil untuk menyalip popularitas ketiganya sangat besar. Hal ini dikarenakan setiap kandidat yang saat ini masuk hasil survei masih punya waktu untuk meningkatkan popularitasnya sebelum manggung di Pilpres 2024.

"Sangat bisa saling salip. Karena tidak pernah ada kandidat muncul alamiah," ungkapnya. "Tidak berdasarkan treatment, dan lainnya. Orang-orang sekarang terjaring 10 besar akan merasa punya modal untuk mengolah itu."

Meski begitu, Karim sendiri merasa ragu jika hasil survei tersebut bakal menjadi gambaran peta Pilpres 2024. Hasil survei ini sendiri dinilai mirip dengan pemetaan Pilpres 2019 tanpa menghadirkan sosok Jokowi sebagai presiden yang artinya efek dari Pilpres 2019 masih sangat kuat.

"Jangan lupa survei berdekatan hasil Pilpres, tidak salah menempatkan Prabowo paling populer. Sebagai orang terkalahkan di Pilpres 2019, tentu saja sangat populer," paparnya. "Menurut saya efek pemilu 2019 sangat besar terhadap hasil survei kali ini karena berdekatan."

"Alih-alih membaca prevelensi 2024, survei keduanya ini lebih mencerminkan efek psikologis Pilpres 2019," sambungnya. "Saya tidak percaya hasil survei sekarang bisa dibaca sebagai prediksi 2024."

Sebelumnya telah diketahui, Lembaga Survei Indo Barometer telah merilis hasil dari survei Capres 2024. Dimana yang hasilnya menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi kandidat terkuat dengan suara 22,5 persen disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,3 persen. Sementara nama Ridwan Kamil hanya mendapatkan suara sebanyak 2,6 persen.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts