Pasien Corona di Korsel Tembus 1000 Orang, Kisah 'Seram' Super Spreader Jadi Sorotan
Dunia
Wabah Virus Corona

Wanita berusia 61 tahun, yang oleh otoritas medis Korea Selatan disebut sebagai pasien ke-31, dituding bertanggung jawab atas peningkatan pesat wabah penyakit Corona di negara tersebut.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memberikan perkembangan terkini dari wabah virus Corona. Pertama kali dikonfirmasi pada akhir tahun lalu, kini virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS itu diketahui telah menginfeksi puluhan ribu orang di berbagai penjuru dunia.

Informasi terbaru per Rabu (26/2) pukul 07.00 WIB, sebanyak 80.997 orang telah dikonfirmasi COVID-19, nama penyakit yang disebabkan akibat infeksi virus Corona. Dari puluhan ribu kasus itu, sebanyak 30.069 dilaporkan sudah sembuh, sedangkan 2.764 lainnya diberitakan meninggal dunia.


Total ada 42 negara yang mengonfirmasi wabah ini di wilayah mereka, salah satunya adalah Korea Selatan. Negara yang secara geografis memang terletak tak jauh dari Tiongkok itu mengonfirmasi sebanyak 1.146 warganya sudah terinfeksi virus Corona.

Penyebaran ini tentu tergolong sangat cepat bila dibandingkan dengan negara non-Tiongkok lainnya. Bahkan kecepatan penyebarannya pun cukup tak terduga karena pekan lalu Korsel masih mengonfirmasi sekitar belasan kasus.

Tentu saja kasus ini mencuri perhatian khalayak luas, termasuk soal bagaimana virus Corona bisa dengan mudah menyebar tanpa terdeteksi. Belakangan terungkap lah bahwa virus itu berasal dari seorang wanita yang dijuluki pasien ke-31 oleh pemerintah setempat.

Tak main-main, wanita berusia 61 tahun ini lah yang bertanggung jawab menyebarkan virus Corona di tubuhnya hingga ke setidaknya 37 orang sesama anggota Gereja Shincheonji. Ia sampai dijuluki super spreader karena menularkan virusnya ke puluhan orang lain. Hal ini tak bisa dihindari sebab ia sengaja menolak tes virus Corona kendati telah mengalami sejumlah gejala.

"Ia menolak pemeriksaan karena mengaku tidak pernah bepergian ke luar negeri," ujar otoritas medis setempat, dilansir dari AFP, Rabu (26/2). "Sejauh ini, ia dan 37 anggota gereja sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Sedangkan 52 orang lain sudah menunjukkan gejala tetapi belum diperiksa."

Krisis ini pun turut ditanggapi oleh Wali Kota Daegu, Kwon Young Jin. "Ini adalah krisis yang tak terduga. Kami sudah meminta semua umat gereja untuk berada di rumah, mengisolasi diri dari keluarganya," ungkapnya.

Namun kisah dari perspektif seorang WNI di Daegu justru tengah ramai dibicarakan warganet Twitter. Sebab ternyata sang pasien ke-31 sempat melakukan hal-hal yang tak semestinya dilakoni bila sedang dalam pemeriksaan virus Corona.

Pasien Corona di Korsel Tembus 1000 Orang, Kisah \'Seram\' Super Spreader Jadi Sorotan

Twitter

"Sebelum hasil diagnosanya keluar, si ahjumma sempet2nya ke gereja lagi, ke pesta pernikahan, nginep di hotel, otomatis nularin ke banyak orang. makanya pertumbuhan angka corona di korea meningkat tajam," tulis akun Twitter @arieoz. "Yang jadi masalah adalah.. Sebelum ketauan kena corona si ahjumma ini ngedatengin acara gereja shincheonji yang dihadiri ribuan orang."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts