Jokowi Anggarkan Rp 6 Triliun Tangani Banjir, Berapa untuk Jakarta?
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengupayakan penanganan banjir, tak hanya di Jakarta namun juga di sejumlah wilayah RI.

WowKeren - Musibah banjir yang terjadi di banyak wilayah Indonesia turut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah pusat berupaya untuk membantu penanganan banjir terutama yang terjadi di Jakarta.

Pemerintah bahkan saat ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 triliun untuk menangani banjir di banyak wilayah. Hal itu diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

"Jadi penanganan kita ada sekitar Rp 6 triliun, bukan hanya (untuk) Jakarta saja," kata Basuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2). "Di Jakarta yang di Sentiong itu Rp 600 miliar anggarannya."

Banjir yang merendam wilayah ibu kota, dikatakan Basuki tidak hanya terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur Jakarta namun juga faktor lingkungan. Oleh sebab itu, presiden mengupayakan penanaman pohon. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kurang bagus turut berkontribusi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, tak hanya di Jakarta.


"Tidak hanya Jakarta banjir, bisa dilihat di mana-mana," jelas Basuki. "Di Sampang, Pasuruan, Solok Selatan, Langkat, banjir. Artinya apa? Sudah terjadi kerusakan lingkungan."

Lebih lanjut, ia menilai bahwa untuk menangani masalah banjir tidak bisa jika hanya dibatasi wilayah administrasi masing-masing. Sebab yang lebih penting adalah mengenai batasan sungai

"Makanya sekali lagi bukan ditetapkan pada batasan administrasi," jelas Basuki. "Administrasi itu hanya karena sistematika pemerintahan. Itu satu yang kami mohon dipahami. Jadi penanganan air bukan administrasi, tapi penanganannya wilayah sungai."

Di Indonesia sendiri, sudah ada pembagian wilayah sungai untuk masing-masing daerah. Ia mencontohkan misalnya di Jawa ada Cisadane, Cidurian, Cimanuk, Serayu, Opak, Juwana, sampai Bengawan Solo. Sementara itu di Jabodetabek masuk juga Sungai Ciliwung, sebagian Cisadane, sampai Citarum.

"Sekarang kalau banjir Jakarta misalnya, masuk dalam wilayah Sungai Ciliwung yang terdiri dari 13 sungai," ujar Basuki. "Wilayah sungai itu bukan satu sungai, tapi 13 sungai untuk yang Jakarta, utamanya adalah Ciliwung."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts