Keluarga Tersangka Tragedi Susur Sungai Jadi Korban Bully, Sang Anak Dapat Hujatan Sadis Ini
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Kakak sepupu IYA, salah satu tersangka tragedi susur sungai, mengungkapkan perundungan alias bullying yang harus dialami istri dan anak tersangka.

WowKeren - 3 pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah ditetapkan sebagai tersangka tragedi susur sungai yang menewaskan 10 siswa. Mereka adalah IYA, DD, dan juga R.

Akibat kelalaiannya dalam mengadakan kegiatan susur sungai, ketiga tersangka kini harus ditahan di Polres Sleman. Tragedi ini rupanya turut berimbas kepada keluarga tersangka.


Istri dan anak IYA kini harus menghadapi bullying alias perundungan terkait tragedi maut tersebut. Menurut kakak sepupu IYA, istri dan anak-anak tersangka kini mengalami tekanan psikologis.

Tak hanya mengalami bullying di media sosial, anak-anak IYA juga mendapat hujatan dari teman-teman sebayanya. "Eh, ayahmu pembunuh ya?" ujar kakak sepupu IYA, AS, menirukan perkataan yang didapat oleh anak-anak tersangka, dilansir Tribun Jogja pada Kamis (27/2).

Selain itu, anak-anak IYA yang masih duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD juga sempat melihat pemberitaan tentang sang ayah di YouTube. Akibatnya, kedua anak IYA pun merasa ketakutan dan sempat tak mau masuk sekolah.

"Anak-anak beberapa hari tidak masuk sekolah," ungkap AS. "Tapi karena sudah agak tenang, mereka sudah mau ke sekolah diantar eyangnya."

Kedua anak IYA pun hanya bisa bersembunyi di sekolah sebelum dijemput. Untungnya, pihak sekolah mau memberikan bantuan dengan menemani anak-anak tersebut.

Dengan banyaknya aksi bullying yang mereka dapat, anak dan istri IYA kini dilarang untuk memegang ponsel oleh pihak keluarga. Istri IYA sendiri disebut ketakutan untuk bertemu orang lain. Sang istri kini juga disebut kerap mengigau mengkhawatirkan anak-anaknya.

"Kami bisa memahami IT yang berkembang, dan viral medsos memang memberikan tekanan psikologis ke anak-anaknya," ujar AS. "Bahkan istri IYA ketemu orang juga takut."

Pihak keluarga pun mengungsikan anak dan istri IYA. "Mau tidak mau kita ungsikan, kondisi di sekitar tidak kondusif untuk beberapa saat. Tapi pihak kampung juga ikut membantu ronda, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutur AS.

Terlepas dari hal itu, pihak keluarga mendorong agar IYA bersikap jantan dan bertanggungjawab. Mereka juga menyerahkan seluruh keputusan kepada proses hukum yang berlaku.

"Saya mewakili tersangka, memohon maaf kepada seluruh keluarga korban. Kami dari keluarga merasakan betapa sedihnya keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya. "Kami memohon maaf sebesar-besarnya, dan belasungkawa sedalam-dalamnya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts