Wabah Corona Bikin Orang Ogah Jabat Tangan, Alternatif Salaman Unik Ini Jadi Sorotan
Dunia

Praktisi kesehatan menyarankan agar kontak antar individu dibatasi demi mengurangi peluang tersebarnya virus Corona. Saran ini pun membuat beberapa orang enggan untuk berjabat tangan.

WowKeren - Sudah dua bulan lebih berlalu sejak wabah virus Corona pertama kali mencuat ke publik, namun belum ada solusi mumpuni untuk itu. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menghindari potensi penularan virus antar individu.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengurangi kontak langsung dengan individu lain. Oleh karenanya banyak pihak mengusulkan untuk tak lagi bersalaman.

Kondisi ini pun membuat masyarakat Wuhan, sebagai episentrum wabah COVID-19 mengembangkan alternatif salaman dengan cara lain. Menariknya cara salaman ala Wuhan, yang dikenal juga sebagai "Wuhan shake" ini bukannya menggunakan tangan melainkan kaki? Bagaimana bisa?

Diberitakan oleh BBC Indonesia, Wuhan shake menggunakan aduan kaki untuk saling menyapa. Cara menyapa yang unik ini pun menjadi viral di media sosial.

Namun rupanya Wuhan shake bukanlah satu-satunya metode alternatif berjabat tangan. Sebab di beberapa negara lain ternyata sudah dikembangkan cara bersalaman tanpa saling menyentuhkan telapak tangan.

Seperti di Amerika Serikat yang saling beradu siku untuk bersalaman. Cara itu pertama kali dipopulerkan oleh para politikus AS yang menyambut pasien selamat dari wabah COVID-19.


Lain lagi dengan cara warga Iran dalam berjabat tangan. Mereka justru beradu pantat sebagai pengganti sapaan satu sama lain.

Wabah Corona Bikin Orang Ogah Jabat Tangan, Alternatif Salaman Unik Ini Jadi Sorotan

Twitter

Jurnalis kesehatan BBC News, Fergus Walsh secara pribadi mendukung cara-cara unik bersalaman itu. Sebab cara itu jauh lebih aman demi menghindari menempelnya virus atau kuman lain di tangan akibat berjabat tangan.

"Kita harus mulai berpikir untuk tidak lagi bersalaman," kata Walsh. Pendapatnya ini lantas diamini oleh Guru Besar Chinese University of Hong Kong, Sian Griffiths.

"Teman saya di Cina mengatakan kita harus melakukan ini," ujar Griffiths lantas menggerakkan sikunya agar beradu dengan lawan bicaranya. "Daripada jenis salaman lain, yakni beradu siku."

Di sisi lain, wabah virus Corona seolah makin tak terbendung. Hingga Kamis (5/3) sore, tercatat lebih dari 95 ribu orang di berbagai penjuru dunia terinfeks virus ini.

Dari puluhan ribu kasus ini, tercatat ada 3.287 pasien yang harus "menyerah". Namun jumlah pasien sembuhnya sendiri mencapai hampir 50 persen dari total seluruh kasus yang ada.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait