Kasus wabah virus corona di Iran dilaporkan cukup parah, pemerintah mengklaim akan segera memproduksi vaksin demi meminimalisir jatuhnya korban covid-19 ini.
- Ruth Meliana
- Jumat, 06 Maret 2020 - 15:32 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (covid-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya.
Iran menjadi salah satu negara yang paling terpukul akibat penyebaran virus corona di luar Tiongkok. Dilaporkan hingga saat ini, Iran telah memiliki 3.513 kasus virus corona dimana sebanyak 107 orang meninggal akibat wabah ini.
Pemerintah Iran lantas mengklaim jika negaranya terus bekerja demi mencari vaksin untuk melawan virus corona. Bahkan, Ilmuwan di Iran menjelaskan jika pihaknya telah mengembangkan vaksin covid-19 yang sebentar lagi akan segera memasuki tahap produksi.
Rektor Universitas Ilmu Kedokteran Iran, Dokter Jaleel Kouhpayezadeh mengatakan jika pihaknya sama tidak hanya mengembangkan vaksin saja. Ia menjelaskan jika para ilmuwan juga siap memproduksi alat tes penyakit serupa SARS itu.
"Kami telah memulai kegiatan menuju produksi vaksin tetapi ini merupakan upaya yang memakan waktu," kata Kouhpayezadeh seperti dilansir dari CNN. "Tetapi kami berharap bisa mencapai hasil yang diinginkan sesegera mungkin."
Kouhpayezadeh juga mengklaim jika berbagai universitas dan sekolah perguruan tinggi lainnya di Iran juga telah mencapai tahap produksi alat uji covid-19. Walau begitu, ia menegaskan jika vaksin maupun alat uji virus corona yang akan diproduksi tidak menjadi satu-satunya Pemerintah Iran untuk menghentikan penyebaran wabah tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Iran secara berkala terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan sanitasi pribadi dengan menjaga kesehatan. Selain itu, pemerintah juga telah mengimbau masyarakat untuk melakukan karantina mandiri demi mengendalikan penyebaran virus.
Kedua hal tersebut dinilai menjadi protokol keamanan yang cukup ampuh demi meminimalisir penyebaran virus di Iran. Saat ini, tidak hanya warga biasa saja di Iran yang terkena virus corona, sejumlah pejabat juga telah dinyatakan positif menderita corona beberapa waktu lalu.
(wk/lian)