7 Pasien Corona di Indonesia Tertular Usai Dari Luar Negeri, Bukti Pemerintah Kebobolan?
Nasional
Wabah Virus Corona

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengonfirmasi 13 kasus COVID-19 baru pada Senin (9/3). Dari 13 kasus ini, 7 diantaranya merupakan imported case.

WowKeren - Eskalasi perkembangan kasus virus Corona di Indonesia memang cukup pesat. Sepekan sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus COVID-19 pertama di Indonesia, kini pemerintah telah mengonfirmasi sebanyak 19 kasus dengan 13 diantaranya baru diumumkan pada Senin (9/3).

"Hari ini jumlah kasus yang terkontaminasi positif sebanyak 19," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi yang dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (10/3).

Dari 19 kasus yang sudah dikonfirmasi itu, sebanyak 7 diantaranya merupakan imported case alias pasien terinfeksi setelah kembali dari pelesiran ke luar negeri. Tak pelak situasi ini membuat publik berpikir pemerintah sudah gagal mencegah masuknya "sumber penyakit" padahal selama ini lalu lalang internasional masih terus berjalan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah pun angkat bicara. Yuri, demikian sang jubir biasa dipanggil, menolak bila pihaknya disebut kebobolan.

Menurut Yuri, pemerintah sudah menjalankan setidaknya dua protokol untuk menangani wabah virus Corona, salah satunya dengan memeriksa suhu tubuh warga yang baru pulang dari luar negeri. Selain itu, pemerintah pun menerapkan skema Health Alert Card.


"Ini kan sudah pembicaraan dari beberapa hari yang lalu. Mungkin sekali ini tidak terdeteksi oleh thermal scan kita," jelas Yuri, Senin (9/3) malam. "Tapi kan kita masih punya lapis kedua, yakni Health Alert Card, yakni Kartu Kewaspadaan Kesehatan."

Yuri meyakini sistem Health Alert Card berjalan dengan baik. Menurutnya kasus positif virus Corona baru pulang dari luar negeri itu bisa terdeteksi berdasarkan kartu tersebut.

"Iya, pakai Health Alert Card. Jadi begitu mereka sakit, mereka langsung ke fasilitas kesehatan dengan menunjukkan kartu tersebut," tutur Yuri, dikutip dari Detik News. "Kemudian kita langsung menangkap, oh ini berarti habis dari luar negeri. Jadi sebenarnya sistem kita jalan."

Dengan demikian, Yuri menegaskan pemerintah tak pernah kebobolan karena sistem untuk mencegah masuknya virus Corona sudah dijalankan sedemikian rupa. Namun fakta tak bisa dipungkiri, sebanyak 7 kasus positif COVID-19 di Indonesia merupakan imported case dari 3 negara.

Sebagai informasi, kasus yang masuk dalam golongan imported case adalah kasus 07, 09, 14, 15, 17, 18, dan 19. Sebelumnya pemerintah juga mengonfirmasi kasus 06, yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess, sebagai kelompok imported case.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts