Ratusan Kelelawar Di Solo Dibasmi Demi Cegah Corona, Berapa Harga Per Ekor?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wabah virus corona (COVID-19) yang masuk di Indonesia kian mengganas, Pemerintah Solo langsung musnahkan ratusan kelelawar. Lantas, berapa harga per ekornya?

WowKeren - Penyebaran wabah virus corona (covid-19) di Indonesia saat ini semakin mengganas. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan lonjakan pasien virus corona di Tanah Air dari yang sebelumnya 69 orang, saat ini menjadi 96 orang positif covid-19.

Saat ini, penyebaran virus corona dilaporkan telah menjalar ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Tangerang, Bali, Manado, Pontianak, Yogyakarta, dan Solo. Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo langsung memusnahkan ratusan kelelawar demi mencegah virus corona.

Seperti yang diketahui, sejumlah penelitian mengungkapkan jika kelelawar merupakan salah satu hewan yang membawa virus corona. Oleh sebab itu, Pemkot Solo membasmi ratusan kelelawar berjenis kalong dan codot di Pasar Binatang Peliharaan Depok, Sabtu (14/3).

Pemkot Solo telah melakukan data jumlah kelelawar yang diperdagangkan sebelum dimusnahkan. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan sosialisasi kepada para pedagang terkait alasan kelelawar-kelelawar tersebut mesti dibasmi.

"Dari Rabu (11/3) kemarin kami juga sudah memberi pemahaman kepada pedagang," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan-KPP) Solo, Said Romadhon. "(Kita) menjelaskan jika kalong dan codot itu bahwa harus dimusnahkan dan pedagang juga paham."


Pemusnahan kelelawar dilakukan dengan cara dibakar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah. Sebelum dimusnahkan, kalong dan codot itu dibius hingga tidak sadar dan kemudian dibakar di sebuah lahan kosong di Utara Pasar Depok.

Kelelawar di Pasar Depok tersebut biasa dijual hidup dengan kisaran harga Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per ekornya. Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Depok Surwajono, kelelawar yang dijual biasa dikonsumsi sebagai jamu hingga makanan.

"Namanya sugesti ya. Katanya bisa menyembuhkan asma dan sesak nafas. Tapi secara medis kita tidak tahu," jelas Surwajono. "Tapi kalau mau dimasakkan sekalian, tinggal makan, bisa sampai Rp 150 ribu."

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dispertan-KPP Solo, Evi Nurwulandari menjelaskan jika kelelawar di Pasar Depok telah diuji. Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor menjadi pihak yang menguji kelelawar tersebut sejak wabah virus corona pertama merebak di Wuhan pada akhir 2019 lalu.

Berdasarkan hasil pengujian, kelelawar di Pasar Depok dinyatakan positif mengandung betacoronavirus. Virus jenis tersebut rupanya hanya memiliki sedikit kesamaan dengan SARS CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Namun, jika virus tersebut tercampur dengan berbagai virus lainnya, maka dampaknya bisa sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Tapi kelelawar itu binatang yg unik di mana di dalamnya ditemukan virus-virus lain yang dimungkinkan terjadi mutasi karena dijual di pasar hewan," jelas Evi Nurwulandari. "Mutasinya bisa menular ke manusia atau binatang lain."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts