Unair Percaya Diri Bisa Identifikasi Virus Corona Secara 'Kilat'
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur percaya diri dapat mengidentifikasi virus corona (COVID-19) pada pasien dalam waktu yang 'kilat'. Bagaimana?

WowKeren - Penyebaran wabah virus corona (covid-19) di Indonesia saat ini semakin mengganas. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan lonjakan pasien virus corona di Tanah Air dari yang sebelumnya 96 orang, saat ini menjadi 117 orang positif covid-19.

Mengantisipasi penyebaran virus corona yang semakin meluas, sejumlah rumah sakit hingga perguruan tinggi terkait telah mempersiapkan diri untuk bekerja mengatasi wabah ini. Salah satunya adalah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur yang telah siap melakukan pemeriksaan spesimen pasien terkait virus corona.

Pemeriksaan pada pasien ini akan dilakukan Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan Rumah Sakit Unair (RSUA). Pihak Unair telah menyatakan kesiapan mereka dalam mengatasi pasien corona. "1000 persen kita sudah sangat siap," kata Rektor Unair Mohammad Nasih di Surabaya, Minggu (15/3).

Nasih menjelaskan jika pihaknya sudah memiliki alat untuk mendeteksi virus corona dalam waktu yang begitu cepat. Alat tersebut merupakan polimerisasi (PCR). Tidak hanya mempersiapkan alat, Unair juga telah memiliki fasilitas penunjang lainnya yaitu Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3).

Nasih juga membeberkan jika Unair tidak hanya mempersiapkan peralatan maupun fasilitas saja dalam menghadapi wabah virus corona. Ia mengklaim jika pihaknya juga memiliki sejumlah ahli yang bisa mendukung pemeriksaan pada pasien virus corona.


Oleh sebab itu, Ningsih meyakini jika pemeriksaan spesimen terkait virus corona ini bisa berlangsung dalam waktu singkat tanpa memakan waktu hingga berhari-hari. "Itu karena alatnya, metodenya, yang terpenting adalah alat dan metodenya karena kami menggunakan alat pengurai PCR, jadi bisa lebih cepat," jelas Nasih.

Nasih mengatakan jika Unair telah melakukan kerja sama dengan Kobe University, Jepang untuk memasok reagen. Reagen sendiri merupakan pereaksi kimia yang dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi virus corona di tubuh suspect. "Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau confirm virus corona," pungkasnya.

Pemeriksaan spesimen terkait virus corona bahkan diklaim bisa dilakukan paling cepat dalam lima jam. Kecepatan tersebut dijelaskan Ketua ITD Unair Maria Lucia Inge Lusida bisa dilakukan lantaran lembaganya memiliki PCR dan reagen.

Stok reagen yang dimiliki Unair disebutkan Inge sudah lebih dari cukup. Saat ini, stok reagen yang ada diklaim dapat menangani hingga 2.000 sampel pasien yang masuk dari sejumlah rumah sakit. Jika stok menipis, pihaknya juga telah siap untuk melakukan pemesanan lagi.

"Dua sampai tiga hari sudah bisa. Tapi, kalau lima jam sudah selesai langsung kami umumkan," kata Inge. "Kalau menipis tentu kami akan pesan lagi. Prinsipnya kami sudah siap. Karena kalau reagen-nya ada penanganan jadi lebih mudah dan cepat tanpa harus dikirim ke Jakarta."

Kesiapan Unair dalam melakukan pemeriksaan sampel terkait covid-19 ini berdasarkan anjuran Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Jokowi meminta agar pemeriksaan sampel suspect corona tidak hanya dilakukan di Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saja namun juka melibatkan Unair dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts