7 Wisata Pecinan Populer Di Indonesia Ini Simpan Sejarah Dan Sarat Akan Keanekaragaman Budaya!
Travel

Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap di suatu wilayah.Di beberapa kota besar di Indonesia sendiri juga terdapat pecinan yang sarat dengan sejarah budaya.

WowKeren - Pecinan sering disebut dengan Chinatown merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap di suatu wilayah.

Di beberapa kota besar di Indonesia sendiri juga terdapat pecinan yang sarat dengan sejarah budaya komunitas warga keturunan Tionghoa. Tak jarang juga, pecinan dijadikan destinasi wisata karena suasananya sangat menarik dengan budaya yang unik.

Bagi kalian yang ingin menikmati suasana dan belajar kebudayaan Tionghoa di kawasan pecinan di Indonesia, tim WowKeren telah merangkum daftar kawasan terbaik yang paling wajib kalian kunjungi karena keunikannya serta nilai sejarahnya. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Kya Kya Salah Satu Pecinan Terkenal Yang Ada Di Surabaya


Kya Kya Salah Satu Pecinan Terkenal Yang Ada Di Surabaya

Saat ke Surabaya jangan lupa mampir ke pecinan yang terkenal yakni Kya Kya. Kawasan Kya Kya merupakan pasar yang menjual banyak sekali kuliner khas Tionghoa yang masih asli dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Jika berkunjung ke sini, jangan lupa untuk memanjakan lidah kita dengan menikmati aneka makanan khas Tionghoa yang lezat.

Tak hanya itu, kalian juga bisa berkunjung ke klenteng Hok An King yang merupakan satu-satunya klenteng Dewa Makco di Surabaya. Di sini juga ada pagelaran budaya yang ditampilkan dan tak melulu kebudayaan Tionghoa. Di sini kalian bisa menonton pagelaran kebudayaan khas Indonesia seperti musik keroncong.

2. Jakarta Juga Punya Pecinan Di Kawasan Glodok


Jakarta Juga Punya Pecinan Di Kawasan Glodok

Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia memiliki penduduk yang sangat beragam. Ragamnya jenis penduduk ini termasuk komunitas warga keturunan Tionghoa dan komunitas tersebut membentuk sebuah kawasan mukim khas pecinan tepatnya di Glodok.

Walau sudah berusia ratusan tahun dan bangunan-bangunan modern dibangun di sekitar kawasan tersebut, Glodok masih bertahan dengan ciri khasnya. Di Glodok kalian bisa menemukan banyak peninggalan sejarah, toko legendaris yang menjual pakaian, elektronik, hingga makanan yang berdiri sejak tahun 1990-an.

3. Singkawang Menjadi Salah Satu Kawasan Pecinan Populer di Kalimantan


Singkawang Menjadi Salah Satu Kawasan Pecinan Populer di Kalimantan

Singkawang sendiri menjadi kawasan yang memiliki komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia. Bisa bayangkan betapa mewah dan meriahnya pecinan di Indonesia yang satu ini. Gaya hidup, budaya, dan arsitektur pecinan bisa dengan mudahnya kamu temui di kota ini.

Di setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang memiliki pawai besar, berbagai macam acara, dekorasi, dan pertunjukan. Kalau kalian berencana mengunjungi tempat ini, pastikan memilih lokasi hotel yang tepat supaya kamu bisa menikmati apa yang ditawarkan kota ini secara maksimal ya.

4. Pecinan Di Semarang Yang Terkenal Banget Yakni Di Kawasan Kauman


Pecinan Di Semarang Yang Terkenal Banget Yakni Di Kawasan Kauman

Pasar Semawis merupakan salah satu kawasan pecinan yang menyuguhkan pengalaman berwisata kuliner malam di Semarang. Terletak di Jalan Gang Warung, Kauman, Semarang Tengah, wisata ini selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin mencicipi sajian kuliner memanjakan lidah.

Saat memasuki area pasar, kalian akan menemukan deretan tenda yang menjajakan kuliner khas Semarang, Tiongkok, hingga Nusantara. Beberapa makanan yang bisa ditemui di sana yaitu nasi pindang, nasi gudeg, soto sapi, nasi ayam, sate, nasi goreng babat, babat gongso, dan nasi pela. Karena berada di wisata Pecinan, bagi masyarakat Muslim sebaiknya bertanya terlebih dahulu mengenai halal atau tidaknya makanan yang dijual.

5. Chinatown Bandung Jadi Salah Satu Objek Wisata Favorit Warga Lokal


Chinatown Bandung Jadi Salah Satu Objek Wisata Favorit Warga Lokal

Salah satu wisata pecinan yang satu ini hadirkan konsep yang berbeda dan cocok sebagai wisata selfie. Berlokasi di Jalan Kelenteng, Bandung, wisata ini dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Chinatown menawarkan pengalaman berfoto dengan berbagai bangunan yang didesain sesuai dengan arsitektur Tiongkok.

Selain itu, pengunjung pun dapat merasakan kenikmatan kuliner tradisional khas Tiongkok dan Asia. Selain itu, kalian pun dapat berbelanja berbagai aksesori lucu dari Chinatown. Untuk bisa menikmati semuanya, kalian hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu sebagai tiket masuknya.

6. Di Riau, Kalian Wajib Mengunjungi Pecinan Di Kawasan Senggarang Kecil


Di Riau, Kalian Wajib Mengunjungi Pecinan Di Kawasan Senggarang Kecil

Jika di daerah lainnya pecinan identik dengan rumah bergaya khas bergaya Tionghoa, berbeda dengan Pecinan di Senggarang Kecil, Tanjung Pinang ini. Karena lokasi Pecinan berada di pesisir, kawasan ini memiliki rumah-rumah panggung yang dibangun di pinggir pantai.

Sebagian berupa rumah kayu dan ada pula yang permanen dengan bentuk tetap rumah panggung. Dilansir dari Pesona Indonesia, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, seperti Vihara Akar yang dibangun di reruntuhan rumah Kapitan Tan Ngueng Ga, Kapitan Cina pertama di Senggarang. Di sebut sebagai vihara akar sebab terdapat akar pohon beringin yang tumbuh dan menutupi sisi-sisi tembok.

7. Saat Berlibur Ke Batam, Kalian Bisa Kunjungi Daerah Pecinan Di Kawasan Bukit Nagoya


Saat Berlibur Ke Batam, Kalian Bisa Kunjungi Daerah Pecinan Di Kawasan Bukit Nagoya

Kawasan pecinan di Batam ini populer dengan nama Bukit Nagoya dan merupakan sentralisasi komunitas Tionghoa yang menawarkan banyak jejak arsitektur tua bersejarah. Mengunjungi wisata pecinan di Indonesia satu ini, kalian bisa melihat bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah berdiri berdampingan dengan bangunan modern terutama pusat perbelanjaan.

Di daerah ini juga bisa ditemukan kuil-kuil yang masih digunakan untuk beribadah hingga saat ini. Supaya tidak kelelahan menjelajahi kawasan Chinatown Bukit Nagoya, sangat disarankan untuk memesan hotel yang terletak tak jauh dari kawasan ini ya.

You can share this post!

Related Posts