Deddy Corbuzier Ungkap Dampak Mengerikan Jika Indonesia Terapkan Sistem Lockdown
Instagram/mastercorbuzier
Selebriti
Wabah Virus Corona

Deddy Corbuzier memberikan pandangannya terkait lockdown di Indonesia yang selama ini banyak didesak masyarakat kepada pemerintah. Menurut Deddy, seluruh pihak harus siap hal ini ketika diberlakukan lockdown.

WowKeren - Terkait wabah corona, Deddy Corbuzier tidak ingin ketinggalan dalam memberikan pandangannya. Apalagi baru-baru ini, masyarakat Indonesia diketahui terus mendesak Presiden Jokowi untuk memberlakukan lockdown demi mencegah penyebaran virus corona.

Menurut Deddy, ketika diberlakukan lockdown, maka seluruh pihak harus siap dari sisi mental maupun ekonomi. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan. Deddy kemudian menjelaskan jika ekonomi hancur nantinya akan menimbulkan kerusuhan di kalangan masyarakat.


"Banyak orang pinter yang berteriak lock down.. Hanya saja mereka memikirkan satu sisi.. Penyakit.. Ada sisi lain disana.. Kesiapan manusia.. Kesiapan mental.. Kesiapan sosial.. Negara kita bukan negara kaya. Semua org kaya. No.. Ekonomi hancur artinya rusuh.. Jarah dan lain-lain," tulis Deddy lewat unggahan di akun Instagram pribadinya pada hari ini, Rabu (18/3).

Sebelumnya, Deddy telah mendengarkan secara langsung penjelasan dari juru bicara pemerintah untuk kasus virus corona, Achmad Yurianto. Yurianto mengatakan bahwa dengan adanya lockdown di suatu wilayah maka penyebaran virus corona akan semakin menyebar luas. Hal ini diyakini betul karena sudah terjadi di Italia sebagai salah satu negara yang menerapkan lockdown.

"Di Italia yang saya dengar lockdown terhadap beberapa kota yang di sebelah selatan itu didengar oleh penduduk, maka mereka cepat-cepat keluar karena mereka tidak dari kota itu, cepat-cepat keluar menuju ke kotanya padahal dia yang membawa kasus," kata Yurianto di Youtube channel Deddy Corbuzier.

Mendengar penjelasan tersebut, Deddy lantas menyimpulkan bahwa adanya aturan lockdown membuat penyebaran virus akan semakin meluas. "Artinya penyebarannya semakin besar ketika itu di-lockdown?" ujar Deddy.

Pernyataan tersebut langsung disetujui oleh Yurianto. "Iya betul, karena berita lockdown itu sempat bocor kemudian masyarakat yang tidak merasa penduduk itu cepat-cepat pulang sebelum di-lockdown, pulang ke kotanya sendiri ternyata justru ini yang membawa penyebarannya," jelas Yurianto.

Kemudian Deddy menanyakan apakah ini menjadi alasan Indonesia yang sampai saat ini tidak menerapkan aturan lockdown seperti negara lainnya. Yurianto pun menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tidak fokus pada pembicaraan mengenai lockdown karena tidak memungkinkan diterapkan di Indonesia. Yurianto juga menjelaskan bahwa lockdown tidak bisa menjamin dan memastikan suatu wilayah akan bisa berjalan mandiri.

"Kita tidak berbicara tentang bagaimana me-lockdown pada situasi yang sekarang ini. Apa tidak ini malah membuat permasalahan menjadi rumit, kusut, apakah betul diyakini bisa menghentikan penularan dengan lockdown? Karena sangat tidak mungkin itu terjadi," lanjut Yurianto.

Selain itu, Yurianto menjelaskan bahwa timnya berupaya untuk melacak keberadaan pasien positif corona selama 14 hari sebelum dirawat di rumah sakit. Namun mengalami kendala karena pasien yang berada di rumah sakit Jakarta setelah ditelusuri sempat berada di luar kota sebelum akhirnya dinyatakan positif corona.

"Boleh sakitnya di Jakarta. Ternyata begitu di cek alamatnya tidak di Jakarta, di luar Jakarta," pungkas Yurianto.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts