Bukan Anggaran, Ternyata Hal Ini Yang Bikin Lockdown RI Susah Dilakukan
Nasional
Pro-Kontra Lockdown,COVID-19 di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani blak-blakan soal pertimbangan yang ada di kepala para petinggi negara terkait kebijakan lockdown yang tak kunjung diumumkan kendati wabah COVID-19 meluas.

WowKeren - Opsi lockdown kembali disuarakan banyak pihak menyusul semakin meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia. Sebagai informasi, hingga Rabu (18/3) kemarin, tercatat ada 227 kasus positif ditemukan di Indonesia.

Namun permintaan lockdown ini tetap dimentahkan oleh pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo sendiri dengan tegas meminta pemerintah daerah untuk tidak mengambil kebijakan lockdown tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun memberikan tanggapannya soal kebijakan lockdown tersebut. Menurut sang menteri, kebijakan lockdown selalu siap didukung dari segi anggaran oleh Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani pun menegaskan bahwa anggaran untuk keperluan lockdown sudah disiapkan. Namun saat ini pemerintah masih harus memutar otak untuk memastikan kesediaan sumber daya manusia dalam kaitannya dengan distribusi bahan logistik jika terjadi lockdown.

"Kita posisinya terus mendukung jangan sampai kekurangan resources. Masalahnya bukan uang, tapi SDM untuk logistic delivery, bagaimana menyampaikan kebutuhan pokok mereka supaya bisa mendapatkan kebutuhan pokok," terang Sri lewat video conference di Jakarta, Rabu (18/3). "Ini jadi pusat perhatian dari gugus tugas."

Lebih lanjut dijelaskan Sri Mulyani, Kemenkeu saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mempersiapkan berbagai skenario penanganan virus. Skenario itu termasuk penanganan di desa juga di lokasi dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.

"Kalau BNPB memutuskan isolasi, pasti sudah dipikirkan juga bagaimana supporting growth, bahkan sampai masalah ke desa," imbuh mantan Direktur Bank Dunia itu, dilansir dari Kompas, Kamis (19/3). "Kalau di desa, di mana pemukiman cukup padat, social distance sulit dilakukan."

Namun demikian, Sri Mulyani memastikan saat ini koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah terus terjalin, terutama untuk mengatasi wabah virus Corona. "(Koordinasi) untuk bisa menciptakan mekanisme respons efektif, apakah self isolation, atau masuk puskesmas, rumah sakit, itu pilihan-pilihan yang kita lihat," pungkas Sri Mulyani.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts