Sejumlah Siswa Demam Usai Orangtua Ngotot Study Tour Ke Bali, Kena Corona?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Orangtua ngotot anak-anaknya harus tetap mengikuti study tour, sejumlah siswa mengalami demam usai pulang dari Bali. Positif terkena virus corona?

WowKeren - Ratusan siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Surakarta nekat melakukan study tour ke Bali ditengah wabah virus corona (COVID-19) yang sedang merebak di Indonesia. Rupanya, study tour tersebut tetap dilakukan lantaran orangtua siswa yang ngotot memaksa untuk tetap dilakukan sesuai jadwal.

Pemerintah Kota Solo (Pemkot) Solo sendiri telah menetapkan wabah virus corona sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada Jumat (13/3). Namun, keesokan harinya para siswa yang duduk di bangku kelas VII tersebut justru berangkat ke Bali pada Sabtu (14/3).

Kepala Sekolah SMPN 16 Surakarta, Sri Wulandari mengatakan jika dirinya memang menerima informasi penetapan KLB di Solo 8 jam sebelum jadwal keberangkatan. Menurutnya, persiapan study tour yang dilakukan pihaknya sendiri sudah 99 persen siap.

Sri menjelaskan jika pihaknya telah mengumpulkan para orangtua di halaman sekolah dan mengimbau agar study tour tersebut ditunda terlebih dahulu. Namun, orangtua disebutkan justru ngotot agar study tour anak-anaknya tetap dilaksanakan.

"Orang tua saya kumpulkan di halaman sekolah," jelas Sri saat seperti dilansir oleh CNNIndonesia, Kamis (19/3). "Secara kedinasan saya sudah mengimbau agar kegiatan ini ditunda, tapi orang tua menghendaki tetap lanjut."


Tidak ingin gegabah, pihak sekolah lantas melakukan konsultasi dengan Dinas Pendidikan Solo. Akhirnya, pihak Dinas mengizinkan study tour tetap dilaksanakan dengan syarat orangtua siap bertanggung jawab secara tertulis soal keamanan para siswa.

Sri lantas mengatakan jika dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk melarang keinginan orangtua tersebut lantaran study tour tersebut sepenuhnya dibiayai oleh orangtua siswa. "Akhirnya semua berangkat 118 plus 8 guru pendamping," kata Sri.

Para siswa tersebut kembali ke Solo pada Rabu (18/3) kemarin. Sekembalinya di Solo, mereka semua menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, empat siswa mengalami demam. "Mungkin karena kurang minum, capek karena perjalanan jauh. Kita positive thinking saja," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih.

Sementara itu, Siti menjelaskan jika Pemkot Solo tidak akan mengkarantina peserta study tour tersebut. Namun, Dinkes telah membagi tugas puskesmas sesuai domisili 118 sisiwa dan 9 pendamping tersebut untuk terus memantau.

Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia sendiri semakin mengganas. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan lonjakan pasien virus corona di Tanah Air dari yang sebelumnya 172 orang saat ini menjadi 227 orang positif covid-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts